Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Kodaeral VI Makassar Tahan Tujuh Truk Tangki Biru Diduga Angkut BBM Ilegal

Sejumlah truk tangki BBM berwarna biru putih diamankan di Markas Kodaeral VI Makassar terkait dugaan distribusi tanpa dokumen resmi. (ist)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar menahan dua kapal jenis Self Propelled Oil Barge (SPOB) bersama tujuh truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang diduga tidak dilengkapi dokumen resmi.

Dua kapal pengangkut minyak itu kini diamankan di Dermaga Fasharkan Makassar, Jalan Muh Hatta, Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.

Sementara tujuh truk tangki berwarna biru putih disita dan ditempatkan di Markas Kodaeral VI di Jalan Yos Sudarso.

BACA JUGA: Diduga Libatkan Oknum Polisi, Rumah di Palopo Disebut Jadi Lokasi Penimbunan Solar Subsidi

Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, mengatakan kendaraan pengangkut BBM melalui jalur laut dan darat tersebut ditindak karena diduga beroperasi tanpa dokumen sah.

“Kru dan penanggung jawab kegiatan telah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif,” kata Andi Abdul Aziz saat merilis kasus tersebut di kantornya, Rabu (25/2/2026).

Menurut dia, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk menelusuri pihak yang bertanggung jawab dalam rantai distribusi BBM yang diduga ilegal tersebut.

BACA JUGA: Sindikat Solar Toraja Digerebek! 4 Pelaku Diciduk dan Sita Truk Rakitan Beserta Uang Belasan Juta

Dari hasil pemeriksaan awal, kapasitas truk tangki yang diamankan bervariasi, mulai 5.000 liter hingga 24.000 liter. Sementara total muatan solar yang terdeteksi di dua SPOB mencapai sekitar 106 kiloliter.

“Total muatan terdeteksi sekitar 106 KL solar di dua SPOB yang tidak dilengkapi dokumen sah,” ujarnya.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan distribusi BBM ilegal yang terlibat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini