Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Dipojokkan, Eks Wakil Kepala BGN Janji Bongkar Keterlibatan Tokoh Besar di Kasus MBG

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, mengaku siap mengungkap keterlibatan sejumlah pihak dalam kasus dugaan penyimpangan tata kelola dapur SPPG program MBG. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengaku siap membuka fakta baru terkait dugaan korupsi tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui tim kuasa hukumnya, Sony menyatakan akan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada Kejaksaan Agung.

Langkah itu ditempuh karena dirinya merasa selama ini menjadi pihak yang paling disudutkan dalam perkara yang menyeret sejumlah mantan petinggi BGN.

BACA JUGA: Boyamin Sebut Pejabat Tinggi BGN Diduga Miliki 20 SPPG, Minta Diusut Kejagung

Kuasa hukum Sony, Krisna Murti mengatakan, kliennya membantah tudingan sebagai pihak utama yang mengatur maupun menjual titik-titik dapur SPPG.

Menurutnya, Sony justru berada di bawah tekanan dari sejumlah pihak yang memiliki pengaruh besar.

“Selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, dia yang mempermainkan dapur-dapur itu. Padahal, menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu lho. Diatensi oleh nama-nama besar yang akan beliau sampaikan nanti sendiri gitu lho,” kata Krisna Murti, Jumat (5/6/2026).

BACA JUGA: BGN Ubah Arah Program MBG: Tak Lagi Kejar Jumlah, Fokus Kualitas

Krisna menyebut kliennya merasa ada tokoh-tokoh lain yang memiliki peran lebih dominan dalam dugaan penyimpangan tata kelola program tersebut.

Karena itu, Sony berkeinginan bekerja sama dengan penyidik untuk mengungkap seluruh fakta yang diketahuinya.

“Beliau ditekan, bahwa otaknya bukan beliau. Bahwa jangan disangkakan jual dapur-dapur itu adalah beliau,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai identitas pihak yang dimaksud, Krisna belum bersedia membeberkan secara rinci. Namun dia memastikan jumlahnya tidak hanya satu orang.

“Banyak, Mas, banyak. Nanti beliau akan sebutkan nanti. Banyak tokoh-tokohnya banyak,” kata dia.

Menurut Krisna, keinginan Sony untuk menjadi justice collaborator telah disampaikan secara langsung kepada penyidik Kejaksaan Agung saat menjalani pemeriksaan pada Kamis (4/6/2026) malam.

Pernyataan tersebut, kata dia, juga telah dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Semalam sudah dituangkan dalam BAP bahwa Pak Sony akan menjadi justice collaborator. Memang beliau sampaikan sendiri kepada penyidik,” ujar Krisna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini