Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Wacana Pemekaran Menguat, Jemaat Morowali Dorong Lahirnya Sinode GKMR

Tokoh jemaat gereja Protestan dari Kabupaten Morowali Utara dan Morowali berfoto bersama usai rapat persiapan pembentukan Sinode Gereja Kristen Morowali Raya (GKMR) di Kolonodale, Sabtu (9/5/2026). (ist)

KOLONODALE, TEKAPE.co – Puluhan tokoh jemaat gereja Protestan dari Kabupaten Morowali Utara dan Morowali mengikuti rapat persiapan pembentukan Sinode Gereja Kristen Morowali Raya (GKMR).

Rapat tersebut digelar di Penginapan Thekozy, Kolonodale, Sabtu (9/5/2026).

Pertemuan itu secara bulat menyepakati dukungan pembentukan sinode baru yang akan terpisah dari Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST).

BACA JUGA: Makassar Raih Paritrana Award 2025, Terbaik se-Indonesia di Bidang Ketenagakerjaan

Dalam rapat tersebut juga langsung dibentuk tim khusus untuk menyiapkan seluruh dokumen dan kebutuhan administrasi pembentukan sinode.

Rapat diawali dengan penyampaian agenda oleh Abbas Matoori, SP selaku Wakil Ketua I Panitia Pembentukan Sinode GKMR.

Diskusi berlangsung dinamis dengan peserta yang sebagian besar merupakan pengurus dan majelis gereja, termasuk sejumlah yang pernah menjadi pengurus di sinode GKST.

BACA JUGA: Pemkab Morowali Utara Dapat Hibah Dua Jembatan Strategis Senilai Rp 51 Miliar

“Luar biasa pertemuan kita ini. Terima kasih. Ini semua karena kita datang dengan tujuan yang sama, yakni untuk kemuliaan dan tanggung jawab pelayanan gereja,” kata tokoh jemaat Mori, Christian Rongko, SH.

Selain Christian, rapat juga dipimpin oleh Reimon Monsangi, SE, Siwadarman Tamanampo, SH, Heymans Larope, SE, serta Ir. Martson Lagarense, M.Si selaku ketua panitia.

Dalam pembahasan, para peserta sepakat bahwa rencana pemekaran sinode didasarkan pada kebutuhan peningkatan efektivitas pelayanan gereja, perluasan jangkauan misi, serta tata kelola organisasi yang lebih efisien.

Pembentukan Sinode GKMR disebut bertujuan memperluas pelayanan agar lebih menjangkau jemaat di wilayah yang belum terlayani secara optimal, sekaligus memperkuat pelayanan pastoral yang lebih intensif di tingkat klasis dan jemaat.

Selain itu, pemekaran juga dinilai dapat merampingkan struktur pelayanan sehingga koordinasi lebih efektif. Dengan wilayah pelayanan yang lebih kecil, pembinaan jemaat diharapkan menjadi lebih cepat dan terarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini