Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Laju Kencang di Tanjakan, Grand Max di Sinjai Hilang Kendali dan Hantam Pagar

Mobil Daihatsu Grand Max mengalami kerusakan parah setelah menabrak pagar rumah warga di Dusun Aruhu, Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Sinjai, Sabtu (18/4/2026). Pengemudi mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit. (ist)

SINJAI, TEKAPE.co – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Dusun Aruhu, Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/4/2026) sekira pukul 10.00 Wita.

Insiden ini melibatkan satu unit mobil Daihatsu Grand Max berwarna biru dengan nomor polisi DW 8412 DD.

Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, membenarkan kejadian tersebut. “Benar kejadiannya tadi pukul 10.00 Wita,” ujarnya kepada wartawa melalui pesan WhatsApp.

BACA JUGA: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Aktivis Perempuan, Polres Bulukumba Tetapkan Tersangka

Berdasarkan keterangan polisi, mobil melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi.

Saat melintas di jalan yang menanjak, pengemudi diduga kehilangan kendali hingga kendaraan keluar jalur dan menabrak pagar rumah warga.

Pengemudi diketahui bernama Muh. Ashar (23), warga Dusun Barang II, Desa Lamatti Riattang, Kecamatan Bulupoddo.

BACA JUGA: NSJ Palopo Dikeluhkan, Aktivitas DJ Dinilai Ganggu Ketertiban Warga

Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka terbuka di bagian belakang telinga serta pendarahan pada telinga.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kondisi mobil rusak parah di bagian depan, dan pagar rumah warga yang ditabrak juga roboh,” kata Agus.

Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rakhman, mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati saat berkendara di jalan raya.

Ia menekankan pentingnya menjaga konsentrasi, tidak berkendara secara ugal-ugalan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum digunakan.

Selain itu, pengendara juga diingatkan untuk mematuhi aturan lalu lintas dan mengatur kecepatan, terutama saat melintas di jalan menanjak, menikung, maupun pada malam hari dengan kondisi penerangan terbatas.

(Sakril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini