oleh

Warga Tolak Pengambilan Sampel Tambang Emas di Bajo Barat, 4 Orang Pekerja Asing Tinggalkan Luwu

LUWU, TEKAPE.co – Warga Desa Tettekan dan Marinding, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu,, menolak pemgambilan sampel untuk tambang emas di sepanjang aliran Sungai Salu Suso, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Senin, 29 Juli 2019.

Para penambang itu telah melakukan aktivitas pengambilan sampel kurang lebih sudah 5 hari.

Pengambilan sampel itu berdasarkan izin yang mereka peroleh dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu, Nomor: 146/DLH/VII/2019, tentang Rekomendasi Terbatas Pengambilan Sampel, yang dimulai tanggal 22-31 Juli 2019.

Surat itu ditandatangani Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Hidup DLH Luwu, Drs Bambang Sukmanto, M.Si. yang direkomendasikan kepada Ricky YY T Rantung, yang berprofesi karyawan swasta.

Menurut warga Bajo Barat, Irvan, tanpa diketahui sebelumnya oleh warga setempat, tiba-tiba Pekerja WNA asal China masuk dan melakukan pengambilan sampel, dengan menggunakan alat berat jenis eskavator. Eskavator yang mereka gunakan itu disewa dari Kepala Desa Tettekan.

“Kami turun langsung dan menemukan ternyata bahwa ada alat berat jenis eskavator yang bekerja. Sebelumnya sudah beberapa titik yang mereka kerjakan. Sementara dari hasil keterangan yang kami peroleh, mereka sedang melakukan pengambilan sampel tambang emas, Selain itu kami juga menemukan pekerjaanya ada 4 orang orang China. 3 orang diantaranya tidak mengerti bahasa Indonesia,” ujar, Irvan.

Warga menolak keras kehadiran mereka yang melakukan pengambilan sampel tambang emas, di sepanjang aliran Sungai Suso, karena dinilai akan sangat merusak lingkungan.

Selain itu, aliran sungai ini memang telah menjadi tempat mencari nafkah warga setempat, dengan mendulang emas secara tradisional.

“Kehadiran mereka sangat meresahkan warga bukan hanya di Desa Tettekan, tapi juga masyarakat Desa Marinding yang berada di Dusun Toko. Parahnya mereka mengambil sampe menggali sampai dengan kedalaman 6-10 meter. Sangat jelas jika ini di biarkan makan dampaknya sangat besar merusak lingkungan serta merusak tatanan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, warga menyampaikan agar pihak penambang ini tidak lagi melakukan atau beroperasi mengambil sampel di sepanjang Sungai Suso ini.

“Kami sudah sampaikan ke mereka untuk menghentikan pengambilan sampel. Beberapa titik di bantaran sungai juga mereka sudah tutup,” tegasnya.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun TEKAPE.co, tempat menginap Ricky YY T Ratung, bersama dengan 4 orang pekerja asing asal China itu, sudah tidak ada. Mereka telah chek out, Senin 29 Juli 2019, sekira pukul 18.00 WITA . (ham)

Komentar

Berita Terkait