Tragis! Bocah di Sinjai Ditemukan Tewas di Bekas Galian C
SINJAI, TEKAPE.co – Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan bekas tambang galian C, Kamis (7/5/2026) petang.
Korban diketahui bernama Muhammad Adam, warga Dusun Topangka, Desa Bulukamase, Kecamatan Sinjai Selatan.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 18.40 Wita.
BACA JUGA: Banjir Rendam Larompong, Jalan Trans Sulawesi hingga Sawah Warga Tergenang
Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, sebelum tenggelam korban sempat bermain bersama teman-temannya di area persawahan.
“Benar, kejadiannya tadi petang sekitar pukul 18.40 Wita,” kata Agus Santoso kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).
BACA JUGA: Kronologi Pegawai Lapas Palopo Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kos
Usai bermain lumpur, korban kemudian mengajak rekannya menuju lokasi bekas tambang galian C yang terisi air hujan akibat cuaca buruk dalam dua hari terakhir.
“Setelah itu, korban mengajak rekannya menuju bekas galian tambang galian C yang baru terisi air akibat hujan deras selama dua hari terakhir,” ujarnya.
Kubangan bekas galian tersebut diperkirakan memiliki kedalaman sekitar satu meter.
Saat berada di lokasi, korban awalnya bermain di tepi genangan sebelum akhirnya masuk ke bagian tengah kubangan.
“Namun saat menuju bagian tengah, korban diduga tenggelam,” jelas Agus.
Insiden itu sebenarnya sempat disaksikan oleh teman korban. Namun informasi tersebut tidak langsung disampaikan kepada keluarga maupun warga sekitar.
Menjelang malam, orang tua korban mulai khawatir karena anaknya belum juga pulang ke rumah. Warga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi tempat korban biasa bermain.
Pencarian mengarah ke kubangan bekas tambang setelah salah seorang teman korban memberi tahu lokasi terakhir korban terlihat.
“Informasi dari salah satu teman korban mengarah pada lokasi bekas galian tersebut,” katanya.
Seorang warga bernama Dahlan kemudian turun ke dalam genangan untuk mencari korban.
Saat melakukan pencarian, ia merasakan tubuh korban berada di dasar kubangan.
“Saat mencari, kaki saksi menyentuh tubuh korban di dasar genangan,” ujar Agus.
Korban kemudian dievakuasi dari dalam air dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Pihak keluarga disebut menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban.
“Pihak keluarga juga telah membuat surat penolakan autopsi,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rakhman mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di area yang dianggap berbahaya.
“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, khususnya saat bermain di area yang berisiko,” kata Jamal.
Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bekas galian tambang maupun genangan air yang dapat membahayakan keselamatan anak-anak.
“Peran pengawasan keluarga sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya.
(*/Sakril)





Tinggalkan Balasan