Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Banjir Rendam Larompong, Jalan Trans Sulawesi hingga Sawah Warga Tergenang

Kondisi banjir yang merendam permukiman warga dan Jalan Poros Makassar-Palopo di Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Jumat (8/5/2026), setelah Sungai Larompong meluap akibat hujan deras sejak malam hari. (ist)

LUWU, TEKAPE.co – Banjir merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2026).

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Kamis malam hingga dini hari.

Luapan Sungai Larompong membuat air masuk ke permukiman warga, persawahan, hingga area perkebunan.

BACA JUGA: Kronologi Pegawai Lapas Palopo Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Kos

Air berwarna keruh disertai lumpur tampak menggenangi sejumlah titik terdampak.

Berdasarkan laporan sementara, wilayah yang terdampak di antaranya Dusun Cappie, Desa Rantebelu, dan Desa Riwang.

Tinggi genangan bervariasi, mulai setinggi betis hingga paha orang dewasa.

BACA JUGA: Puting Beliung Hantam Kantor Desa di Bulukumba, Atap Porak-poranda

Seorang warga Larompong bernama Wawan mengatakan, debit air terus meningkat dan mulai mendekati kawasan pasar.

“Sisa 1 meter lagi air juga naik di area Pasar Larompong,” ujar Wawan kepada wartawan, Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 10.33 Wita.

Kapolsek Larompong, AKP Hasdin menjelaskan banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak malam hingga pagi hari.

Selain itu, material dari pegunungan yang terbawa arus sungai disebut menyumbat area jembatan Keppe sehingga memperparah luapan air.

“Intensitas curah hujan dari malam sampai saat ini. Dan dengan adanya matrial yang terbawa arus dari gunung yang tersangkut di jembatan Keppe,” kata Hasdin.

Saat ini polisi masih melakukan pemantauan di sejumlah titik banjir, terutama di Jalan Poros Makassar-Palopo yang ikut terdampak genangan di wilayah Desa Rantebelu.

Hasdin mengatakan pihak kepolisian sementara melakukan pengaturan arus lalu lintas di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini