Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Tinjau Betonisasi di Krian, Bupati Sidoarjo Minta Kontraktor Percepat Pekerjaan

SIDOARJO, TEKAPE.co – Bupati Sidoarjo Subandi meminta kontraktor mempercepat pengerjaan proyek betonisasi ruas Jalan Krian-Rumah Potong Hewan (RPH)-Kemangsen (Baldes), Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Permintaan itu disampaikan Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek, Selasa (25/8/2026).

Proyek betonisasi jalan sepanjang 450 meter dengan lebar 7 meter tersebut baru memasuki hari keempat pengerjaan. Namun, berdasarkan hasil pemantauan, pekerjaan telah mengalami deviasi sekitar 1,5 persen.

Subandi meminta kontraktor segera mengejar ketertinggalan tersebut agar proyek yang ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan tidak mengalami keterlambatan.

“Kita harapkan dengan waktu empat bulan ini betul-betul bisa selesai. Keterlambatan harus dikejar. Kinerja harus dimaksimalkan agar tidak semakin besar deviasinya,” ujar Subandi saat sidak di lokasi.

Selain progres pekerjaan, Subandi turut menyoroti penggunaan alat berat di lokasi. Menurut dia, alat yang digunakan kontraktor saat ini belum sebanding dengan kebutuhan pekerjaan betonisasi yang memiliki medan cukup berat.

“Kita lihat alatnya terlalu kecil. Harusnya betonisasi sebesar ini alat beratnya lebih besar,” tandasnya.

Metode Precast Diganti Cor

Subandi juga menjelaskan adanya perubahan metode pengerjaan pada proyek tersebut. Pada tahap awal, kontraktor sempat menggunakan material precast. Namun, metode tersebut dinilai kurang baik sehingga material yang telah dipasang harus dibongkar dan pekerjaan dilanjutkan menggunakan metode pengecoran.

“Ini awal percobaan untuk betonisasi Sidoarjo kita pakai precast, ternyata kurang bagus, tidak bisa dipakai. Ini lagi dicor, yang sebelumnya dirusak kembali,” jelasnya.

Untuk mengejar progres yang tertinggal, kontraktor diminta menambah alat berat. Pemkab Sidoarjo berharap penambahan peralatan tersebut dapat membantu mempercepat penyelesaian proyek.

“Ya, nanti alat juga akan disiapkan ada alat dua. Biarkan nanti dengan panjang 450 meter, lebarnya ini 7 meter dengan waktu empat bulan,” ujarnya.

Proyek betonisasi tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp 3,6 miliar. Selain meminta percepatan, Subandi menekankan pentingnya pengawasan selama proses pembangunan berlangsung.

Ia meminta konsultan pengawas melakukan pemantauan setiap hari dan memperbarui perkembangan pekerjaan melalui sistem E-Kenda. Laporan tersebut menjadi salah satu acuan pemerintah daerah untuk memantau progres proyek dan mendeteksi potensi keterlambatan.

“Kalau deviasi ya tentu kita akan tegur. Normalnya berapa, ya ini harus kita sampaikan. Makanya tadi kuncinya adalah di konsultan pengawas,” tegasnya.

Camat dan Desa Diminta Ikut Mengawasi

Subandi mengatakan pengawasan proyek tidak cukup hanya dilakukan konsultan. Camat dan pemerintah desa di sekitar lokasi juga diminta turut mengawal pekerjaan.

“Saya minta tolong teman-teman, terutama untuk pengawasan, terutama Pak Camat, juga ikut mengawasi. Juga nanti dari desa, biarkan nanti kegiatan ini betul-betul realisasi tepat waktu,” katanya.

Terkait kondisi lalu lintas selama proyek berlangsung, Subandi mengatakan pengaturan arus kendaraan akan disesuaikan dengan tahapan pengerjaan.

Jika seluruh bagian jalan telah dibongkar, akses tersebut akan ditutup sementara dan arus lalu lintas dialihkan. Langkah itu diperlukan karena proses pekerjaan menggunakan alat berat dan kondisi medan cukup berat.

Menurut Subandi, pengalihan arus dilakukan untuk menjaga proses pembangunan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan.

Ia mengatakan pengalaman pengerjaan proyek pada 2025 menjadi salah satu bahan evaluasi Pemkab Sidoarjo. Saat itu, masih ditemukan sejumlah proyek yang mengalami deviasi dan keterlambatan.

Pemkab Sidoarjo kini memperkuat pengawasan terhadap proyek pembangunan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada 2026.

“Jangan sampai terjadi seperti pada tahun 2025 banyak deviasi, banyak keterlambatan, banyak kontraktor kena denda. Nah, ini sebagai koreksi kita,” pungkasnya.

(Daulat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini