oleh

Situasi Terkini di Palu; Bantuan tak Merata, Masih Banyak Korban Belum Dievakuasi

PALU, TEKAPE.co – Situasi Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga kini masih cukup memprihatinkan. Bantuan logistik dari seluruh daerah belum menjangkau semua titik lokasi korban. Selain itu masih banyak korban yang belum tersentuh tim evakuasi.

Laporan Reporter Tekape.co: Rindu Brizik
* Langsung Dari Palu, Sulteng

Pasca gempa dan tsunami menerjang, Palu masih memilukan. Bau busuk jenazah korban tsunami menyengat di berbagai titik.

Sebab masih banyak daerah yang belum dievakuasi, seperti di Mamboro, Tondo, dan juga di sepanjang pantai Talise.

Di wilayah itu, bau busuk bangkai jenazah sangat menyengat. Sebab disana belum tersentuh tim evakuasi.

Dibutuhkan relawan dalam jumlah yang banyak. Jumlah korban diperkirakan masih sangat banyak, sehingga tidak sebanding dengan relawan yang datang dari luar daerah.

Kehadiran Basarnas juga belum terlalu optimal untuk evakuasi korban. Sebab personel yang sangat terbatas.

Jenazah juga banyak di Polda Lama. Di lokasi tersebut, juga masih banyak yang belum dievakuasi dan terurus.

Sementara itu, masih ada puluhan ribu pengungsi korban gempa belum tersentuh bantuan. Banyak dari mereka kelaparan, karena tak tesentuh bantuan.

Selain itu, pengungsi nekat memasuki posko-posko tempat bantuan masuk dari luar. Sementara itu, bantuan dari luar daerah juga lebih banyak mendahulukan korban yang berasal dari daerah mereka masing-masing.

Warga atau korban terfokus dengan bantuan sesuai dari asal daerah masing-masing. Artinya, jika ada bantuan dari daerah asal korban, tersalurkan ketempat mereka sendiri.

Korban dari luar daerah lain, yang kebetulan ada di lokasi tersebut, ada yang tidak diberi jatah bantuan.

Bahkan, untuk mendapat bantuan, mereka terkadang harus diverifikasi melalui identitas KTP.

Mobilisasi bantuan untuk para korban terkendala di bahan bakar minyak (BBM). Sementara korban dimana-mana sangat membutuhkan bantuan.

Kapolres Palu, AKBP Mujianto, mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat maksimal, karena kekurangan personil, bahkan saat ini masih dalam keadaan berduka.

“Kami tidak bisa berbuat banyak saat ini, karena kami kekurangan personil. Anggota saya banyak yang meninggal, dan juga ada yang hilang belum ada kabar hingga sekarang,” katanya, Selasa 2 Oktober 2018.

Ia juga menyebutkan, semua tahanan Polres Palu sempat kabur. “Tahanan kami kabur semua akibat gempa ini. Sebab bangunan ruang tahanan rusak, tetapi sekarang sekitar 40 orang kami telah menahannya kembali, karena mereka melakukan penjarahan,” katanya. (*)

Komentar

Berita Terkait