oleh

Petani di Lutim Dipolisikan Karena Pemberitaan, Ini Reaksi LBH Pers Makassar

MALILI, TEKAPE.co — Sikap Koperasi Agro Mandiri Utama (KAMU) yang melaporkan ke polisi seorang petani sawit karena menjadi narasumber berita, mendapatkan reaksi dari Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar, Fajriani Langgeng.

Dalam rilisnya, Rabu 3 Maret 2021, Fajriani menjelaskan, kasus pemberitaan diharapkan sebaiknya mengacu ke MoU dewan Pers.

“Pelapor yang merasa dirugikan dalam pemberitaan, silahkan lakukan hak jawab atau klarifikasi kemedianya,” kata dia.

BACA JUGA:

Diduga Tak Terima Diberitakan Korupsi Dana Hibah, Koperasi KAMU Polisikan Petani Sawit di Lutim

Fajriani menyebut, adapaun penilaian pemberitaan sudah sesuai atau belum, nanti dewan etik yang memutuskan.

Makanya penting penyidik melaporkan hal ini ke Dewan Pers, untuk memastikan apakah sudah sesuai etik dan tidak, serta apakah ada pelanggaran UU pers.

“Jika polisi menerima laporan terkait isi pemberitaan, sebaiknya lakukan koordinasi lewat menyurat ke Dewan Pers dan memanggil sesuai prosedur atau surat panggilan terhadap pimpinan redaksi media tersebut,” kata diam

Ia menegaskan, jika laporan terkait berita, maka wajib kepolisian melakukan koordinasi ke dewan pers, untuk melibatkan ahli pers dalam kasus dan dewan pers akan mengkaji pelanggaran etik atau UU pers.

Untuk pemanggilan Kepolisian dalam kasus ini, Fajriani menjelaskan, jika memang dipanggil silahkan hadirkan surat panggilan klarifikasi untuk pimpinan redaksinya.

“Bukan jurnalisnya, karena berita yang sudah cetak dan online sudah diproduksi dimeja redaksi bagain dari tanggung jawab Pimred media tersebut,” jelas dia.

Dari beberapa pengalaman kasus di Polda Sulsel, kata Fajriani, penyidik melakukan kordinasi dengan dewan pers terkait aduan dan akan ada petunjuk nantinya dalam penanganan kasus tersebut.

“Jadi penekanan ini karya jurnalistik harus diuji dengan mekanisme yang diatur oleh dewan pers dan disepakti lewat MOU DP dan kepolisian,” tutup Fajriani. (**)

Komentar

Berita Terkait