Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Menyusuri Buntu Sarira, Menapak Jejak Leluhur di Balik Pesona ‘Sinaji’ Toraja

Tim Hiking dari Komunitas Asap Kretek Rempah Toraja Utara tengah melakukan pendakian di Bukit Sarira, Sinaji-nya Toraja, Kamis (27/02026) siang. (erlin/tekape.co)

PERJALANAN menuju puncak Buntu Sarira, Tana Toraja, bukan sekadar tentang menaklukkan medan terjal. Ada napas panjang, keringat, kekaguman pada alam, hingga jejak masa lalu yang seolah masih melekat di setiap jengkal tanahnya.

Laporan: Erlinuddin
*Wartawan Tekape.co di Toraja

Kamis (27/08/2026) siang, Komunitas Asap Kretek Rempah Toraja Utara memilih kaki Buntu Sarira sebagai jalur perjalanan mereka.

Bukit yang kerap dijuluki sebagai “Sinaji”-nya Toraja itu menjadi ruang untuk menguji keberanian sekaligus menikmati wajah alam Toraja dari dekat.

Perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki selama lebih dari dua jam.

Langkah demi langkah harus dilalui dengan tenaga yang terus terkuras. Jalurnya bukan medan biasa.

Menuju bagian puncak, rombongan harus menghadapi kontur ekstrem dengan kemiringan tebing yang disebut mencapai sekitar 70 derajat.

Bagi sebagian orang, medan seperti ini mungkin menjadi alasan untuk berbalik arah.

Namun bagi komunitas ini, justru di situlah perjalanan terasa semakin bermakna.

Bukan hanya adrenalin yang dicari. Di sela perjalanan yang melelahkan, mata dimanjakan hamparan alam Toraja yang masih menyimpan pesonanya.

Pepohonan, kontur perbukitan dan suasana alam yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan menjadi teman perjalanan.

Setiap langkah seolah membawa rombongan semakin jauh dari rutinitas, sekaligus semakin dekat dengan alam.

Namun Buntu Sarira bagi mereka bukan sekadar tempat untuk hiking.

Di balik perjalanan tersebut, tersimpan makna tentang tanah, alam dan jejak leluhur yang menjadi bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat Toraja.

Tanah yang diinjak hari ini bukan hanya bentangan alam untuk dinikmati. Ia juga menyimpan cerita masa lalu dan warisan yang semestinya tetap dijaga untuk generasi berikutnya.

Ketua Tim Hiking Asap Kretek Rempah Toraja Utara, Anto, mengaku terpukau dengan apa yang ditemuinya sepanjang perjalanan.

Menurutnya, keindahan alam Toraja memiliki daya tarik luar biasa yang tidak cukup hanya diceritakan, tetapi perlu dirasakan langsung.

“Ini sungguh luar biasa dan menakjubkan, keindahan pesona alam di Toraja ini,” kata Anto, Kamis (27/08/2026) siang.

Bagi Anto, perjalanan seperti ini juga menjadi pengingat bahwa alam bukan sekadar latar untuk berfoto atau tujuan petualangan.

Ada tanggung jawab yang lebih besar di baliknya: menjaga agar alam tetap lestari.

“Ini patut kita jaga kelestarian alam kita agar ke depannya anak cucu kita bisa melihat karya dan pesona alam semesta yang hingga kini masih terpelihara dengan baik,” ujarnya.

Perjalanan menuju Buntu Sarira akhirnya bukan hanya tentang siapa yang lebih cepat mencapai puncak.

Ia tentang bagaimana setiap langkah membuat manusia kembali menyadari bahwa alam memiliki cerita. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini