oleh

Melirik dr Muhammad Anwar, Dokter Teladan yang Tugas di Wilayah Terpencil Morut

MOUT, TEKAPE.co – Tak mudah menjadi dokter dan bertugas di wilayah terpencil. Namun jika itu dilakukan demi untuk kemaslahatan orang banyak, tak ada yang sulit untuk dilalui.

dr Muhammad Awar, yang sejak terangkat jadi dokter PTT hingga PNS, empat tahun silam, memang telah ditugaskan di wilayah terpencil Kabupaten Morowali Utara, Sulteng.

Untuk sampai ke Puskesmas Baturube, tempat bertugasnya itu, harus menempuh perjalanan sekitar lima jam dengan menggunakan kapal, dari ibukota kabupaten Morut, Kolonodale.

Demi membantu warga Kecamatan Bungku Utara, alumni kedokteran Unhas Makassar ini harus rela jauh dari keluarganya, yang ada di Sulsel.

Namun demikian, itu tidak menghalangi tekadnya yang besar untuk mengabdi untuk masyarakat. “Tantangannya memang, harus jauh dari keluarga. Namun itu tidak masalah, karena masyarakat sangat mendukung dan sekarang saya sudah anggap mereka sebagai keluarga,” tandas dr Anwar, saat bincang-bincang dengan wartawan, di Kolonodale.

Setelah bertugas, hingga menjadi Kepala Puskesmas Baturube, ia komitmen untuk memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan. Tak kenal waktu. Jika sudah ada warga yang membutuhkan, dini hari pun ia rela bangun untuk melayani.

“Program utama kami di Puskesmas Baturube, pelayanan 1×24 jam. Meski sebelumnya itu ada, tapi saya lebih mengaktifkan lagi. Kami siap kapan saja melayani,” ujarnya.

Selain itu, pria kelahiran Makassar ini juga aktif mengunjungi masyarakat desa yang ada di wilayah terpencil. Untuk sampai ke desa-desa terpencil di Bungku Utara, ia bahkan rela menempuh perjalanan berhari-hari, dengan kondisi jalan yang cukup menantang.

Kondisi grografis Bungku Utara yang susah dijangkau, membuat Puskesmas yang dipimpinnya itu menyiapkan rumah tunggu bagi keluarga pasien. Sebab banyak dari mereka jauh dari Puskesmas, sehingga rumah tunggu tersebut diharapkan bisa membantu keluarga pasien.

Atas kerja keras dan pelayanannya yang dinilai cukup bagus, maka Dinas Kesehatan Morowali Utara memberikan apresiasi berupa penghargaan sebagai dokter teladan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Bupati Morut, Aptripel Tumimomor, didampingi Kadis Kesehatan Morowali Utara Delnan Lauende MKes, usai upacara peringatan HUT ke-72 Proklamasi Republik Indonesia, Kamis 17 Agustus 2017, di Kompleks Perkantoran Bupati Morowali Utara.

Untuk bisa memaksimalkan pengabdiannya lagi ke masyarakat, saat ini, ia berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya, untuk menjadi dokter spesialis. Ia berharap keinginannya tersebut bisa tercapai, dengan dukungan Pemkab.

Ia berjanji, setelah menjadi dokter spesialis, akan tetap kembali di Morut untuk mengabdi untuk masyarakat dan daerah. (***)

Komentar

Berita Terkait