oleh

Masmindo Bersama PSC 119 Beri Edukasi Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan

LUWU, TEKAPE.co – PT Masmindo Dwi Area, bekerjasama dengan PSC 119 Kabupaten Luwu menggelar simulasi penyelamatan kegawatdaruratan, pada Pekan UMKM Luwu 2022, Minggu, 9 Oktober 2022 sore.

Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini yakni Ketua Harian PSC 119 Luwu dr. Daud Mustaqim, dan Tim Emergency Response Team milik PT MDA, yang dipandu langsung oleh moderator, Annisa Septiani.

Dalam kesempatan itu, mengawali acara Moderator, Annisa Septiani, menyampaikan acara ini sengaja digelar untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pertolongan pertama kepada kegawatdaruratan.

“Hari ini kita hadirkan ahlinya untuk memperagakan pertolongan pertama tentang kegawatdaruratan,” katanya.

Annisa, menjelaskan dari kedua Tim akan memperagakan dihadapan pengunjung apa saja atau langkah apa yang pertama harus diambil oleh masyarakat ketika melakukan pertolongan pertama terhadap kegawatdaruratan.

“Karena belum banyak masyarakat umum (non-medis) yang menguasai tehnik atau praktik tersebut, sehingga saat berhadapan langsung dengan kejadian gawat darurat, seringnya mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Bagi masyarakat umum-Non Medis hari ini bisa melihat apa yang bisa dilakukan saat terjadi kasus gawat darurat,” ucap, Annisa.

Sementara itu, ketua harian PSC 119 Luwu dr. Daud Mustaqim, menyampaikan PSC itu hadir di Luwu untuk lebih cepat memberikan pelayanan dalam hal kegawatdaruratan.

Di Ketua oleh, Andi Arham Basmin Mattayang. PSC 119 adalah satu-satunya unit dalam hal kegawatdaruratan dalam hal reaksi cepat yang ada di Indonesia.

“Semua yang terkait dengan kegawatdaruratan itu idealnya menghubungi atau berkomunikasi dengan PSC 119, karena kami juga Standby 24 jam,” ujarnya.

Lebih jauh, Daud Mustaqim menyampaikan khusus untuk di Luwu sementara ini PSC 119 melakukan pertolongan terkait kegawatdaruratan penyelamatan nyawa manusia. “Tugas utama dari PSC 119 itu adalah membantu dalam hal pertolongan kemanusiaan,” jelasnya.

Menurut dr. Daud, yang paling penting dalam penangan kegawatdaruratan adalah evakuasi korban karena harus dilakukan dengan profesional dan cepat.

Ia menjelaskan pertolongan pertama tentang gawat darurat ini harus diketahui oleh masyarakat umum supaya masyarakat nantinya bisa melakukan rangkaian usaha-usaha pertama yang dapat dilakukan pada kondisi gawat darurat untuk menyelamatkan pasien dari kematian.

“Masyarakat umum harus bisa melakukan pertolongan pertama tentang gawat darurat karena kita tidak dapat selalu mengandalkan layanan ambulan atau paramedis untuk segera tiba di lokasi kejadian serta terbatasnya alat dan waktu,” terangnya.

Sejumlah kegiatan Bakti Sosial PSC 119 Luwu, diantaranya, Pengobatan Kesehatan, dan Sunnat Massal Gratis.

Disamping itu, OHS PT MDA, Hary Sukrisno menyampaikan bahwa di Masmindo sendiri saat ini sudah memiliki tim kegawatdaruratan yakni Emergency Response Team.

“Emergency Response Team melakukan tugasnya di wilayah kontrak karya PT MDA, yang paling utama dalam tim rescue itu adalah kemauan atau niat kemanusiaan untuk menolong,” kata, Herry.

Hary juga menyampaikan bahwa prinsip dasarnya dalam pertambangan dalam tim ini adalah bisa menangani lebih cepat dalam menangani atau pertolongan pertama pada kecelakaan atau gawat darurat.

Dalam simulasi tersebut, dipraktikan seorang penonton yang tiba-tiba pingsan ditengah kerumunan. Kemudian tim memperagakan cara memberikan pertolongan pertama kepada pasien setelah. Usai diberikan pertolongan pertama tim PSC 119 Luwu kemudian datang dengan kendaraan Ambulance untuk melakukan tindakan yang lebih lanjut.

(rls/ham)

Komentar

Berita Terkait