Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Lokakarya Koding dan AI Digelar di Luwu, 2 Dosen UNCP Jadi Narasumber

Guru-guru MTs Negeri 1 Luwu yang mengikuti Lokakarya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran di Gedung PLHUT Kementerian Agama Kabupaten Luwu. (Dok: UNCP)

Melalui penyusunan RPM tersebut, guru didorong menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teknologi dan inovasi, tetapi juga mengedepankan nilai karakter, empati, serta kasih sayang kepada peserta didik.

Kehadiran M. Agus Kholilur Rahman dalam kegiatan itu juga memiliki makna tersendiri. Dosen muda UNCP tersebut merupakan alumni MTs Negeri 1 Luwu angkatan 2012 yang kembali ke almamaternya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Keterlibatannya dinilai menjadi inspirasi bagi para peserta bahwa pendidikan yang berkualitas dapat melahirkan generasi yang mampu berkontribusi bagi kemajuan masyarakat.

Pengawas Madrasah Kabupaten Luwu, Dra. Hj. Sitti Ara, mengapresiasi pelaksanaan lokakarya tersebut. Ia menilai kegiatan itu memberikan wawasan baru bagi para guru dalam memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif untuk mendukung proses pembelajaran.

“Perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence, harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan pemanfaatan yang tepat, guru dapat bekerja lebih efektif sehingga memiliki lebih banyak ruang untuk membangun karakter dan kedekatan emosional dengan peserta didik,” ujarnya.

Para peserta juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber atas materi dan pendampingan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Mereka mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

Melalui kegiatan tersebut, UNCP kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan.

Kolaborasi antara UNCP dan MTs Negeri 1 Luwu diharapkan terus berlanjut guna mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi pendidikan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini