oleh

Lewat Frankfurt Coffee Festival, Masmindo Perkenalkan Kopi Latimojong ke Pasar Eropa

LUWU, TEKAPE.co – Kopi Latimojong memiliki cita rasa yang khas, aromanya diyakini dapat bersaing dengan kopi kualitas terbaik Indonesia.

Sebab secara alamiah syarat tumbuhnya mendukung, tumbuh di dataran tinggi di sekitar kawasan Pegunungan Latimojong dengan tinggiannya mencapai 3.478 MDPL yang merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Selatan yang beriklim sejuk sepanjang tahun.

Kopi Latimojong mulai dikenal pecinta kopi Nusantara sekitar 5 tahun terakhir, berkat giatnya promosi dan dukungan para pihak, salah satunya PT Masmindo Dwi Area (Masmindo), tambang emas pertama di Sulawesi Selatan yang berlokasi di Kabupaten Luwu.

Masmindo aktif mempromosikan Kopi Latimojong ini melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Masmindo terus menggiatkan promosi Kopi Latimojong ini hingga ke pasar mancanegara.

Saat ini Masmindo menfasilitasi dua produk Kopi Latimojong untuk turut serta di acara “Frankfurt Coffee Festival (FCF)” melalui PT Roe Mah Indonesia, yang berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2022 di Frankfurt, Jerman.

Foto: Kopi Latimojong Saat di Promosikan di Eropa. (dok.PT Masmindo Dwi Area)

Dalam acara tersebut, tiga varian Kopi Arabika Latimojong yang diunggulkan pada festival ini yaitu green bean, roasting, dan siap seduh.

Produk-produk kopi unggulan ini berasal dari dua mitra PPM Masmindo, yakni Banua Kopi–Desa Boneposi dan Mega Kopi–Desa Tolajuk, Kecamatan Latimojong.

Cita rasa Kopi Latimojong dapat diandalkan. Sebelumnya, di tahun 2021 dua kelompok petani kopi mitra PPM Masmindo di Latimojong ini juga berhasil menembus kategori 50 besar dari 405 peserta/petani kopi yang ikut berkompetisi di Kontes Kopi Speciality Indonesia (KKSI) ke-XIII yang diselenggarakan Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI).

Bahkan hasil ujicoba cita rasa oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (KKI) memberikan nilai 84,75 untuk Banua Kopi, dengan catatan ‘’Brown Sugar Spicy Heavy Body Astringent Flat’’.

Sedangkan Kopi Tolajuk mendapat nilai 84,58, dengan catatan penilai ’Brown Sugar Spicy Herbal, Grassy Astringent Choco Dark. Dua cita rasa kopi yang berbeda.

Kali ini, cita rasa dan aroma dua produk kopi mitra PPM Masmindo juga akan ‘’uji rasa’’ di Pasar Eropa, tidak sekedar meramaikan namun harapannya bisa meraih peluang pasar.

Mengingat Uni Eropa sebagai salah satu konsumen terbesar kopi dunia memiliki daya serap berkisar 2.415.060 ton, atau sekitar 24% dari total konsumsi kopi dunia.

Data tahun 2021 mencatat bahwa Jerman sebagai salah satu pintu masuk Uni Eropa sangat strategis untuk memperkenalkan produk kopi terbaik Indonesia, yang saat ini menguasai sekitar 4,17% pangsa pasar kopi Uni Eropa.

Direktur Utama Masmindo Abidin Daeng Patompo mengatakan, Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan sangat kaya dengan beragam potensi sumberdaya alamnya, salah satunya adalah kopi dengan cita rasa yang khas, yang membutuhkan promosi.

Menurutnya, Frankfurt Coffee Festival adalah event strategis untuk memperkenalkan Kopi Latimojong ke pasar internasional, khususnya Eropa. Harapannya, cita rasa kopi Latimojong dapat memikat selera penikmat kopi di Eropa, dan sekaligus juga dapat meraih peluang pasar yang lebih luas

“Masmindo senantiasa membantu mengupayakan peluang pasar untuk produk-produk mitra PPM-nya, dalam rangka untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang ada desa-desa di lingkar tambang Masmindo,” ujarnya.

TENTANG PT MASMINDO DWI AREA
PT Masmindo Dwi Area adalah Pemegang Izin Kontrak Karya sejak 1998 untuk Proyek Awak Mas di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. PT Masmindo Dwi Area berkomitmen menerapkan kaidah pertambangan yang baik dalam operasinya, termasuk pelaksanaan tanggung jawab sosial dan pengelolaan lingkungan, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi para pemangku kepentingannya, khususnya warga masyarakat terdekat wilayah tambang.

(rls/ham)

Komentar

Berita Terkait