Konflik Timur Tengah Panaskan Harga Minyak, Pertamina Tahan Kenaikan BBM
“Kami menyiapkan skenario terburuk. Jika terjadi hambatan, sebagian impor dari Middle East bisa dialihkan ke Amerika untuk menjamin kepastian pasokan,” ujar Bahlil.
Ia menjelaskan, impor dari Timur Tengah selama ini hanya berupa minyak mentah, bukan BBM jadi seperti bensin atau solar.
Impor BBM jadi, menurut dia, sebagian besar berasal dari kawasan Asia Tenggara sehingga relatif tidak terdampak konflik tersebut.
Untuk komoditas LPG, Indonesia mengimpor sekitar 7,3 juta ton per tahun dan direncanakan meningkat menjadi 7,8 juta ton pada 2026.
Sekitar 70 persen pasokan LPG berasal dari Amerika Serikat, sedangkan 30 persen dari Timur Tengah, termasuk dari Aramco.
Bahlil mengatakan kilang Aramco saat ini terdampak serangan rudal sehingga pemerintah menyiapkan pengalihan sumber impor LPG ke negara lain yang dinilai lebih aman.
“Agar tidak mengambil risiko, sebagian akan kami alihkan ke negara yang tidak terkait dengan Selat Hormuz,” katanya.
Ia belum merinci negara tujuan alternatif tersebut.(*)





Tinggalkan Balasan