Keamanan Digital Jadi Isu Strategis, Formasi Dorong Hari Kesadaran Siber
Meski demikian, Gildas menilai kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku digital sehari-hari.
Sementara itu, Rektor Universitas Pradita, Prof. Eko Indrajit, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk membangun budaya siber yang aman.
Ia menilai integrasi kebijakan nasional dengan tata kelola keamanan digital yang baik dapat membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat yang sadar akan keamanan siber.
“Integrasi antara kebijakan nasional dengan tata kelola keamanan tingkat tinggi dapat membentuk pola pikir dan perilaku aman. Dengan demikian, keamanan tidak lagi menjadi hambatan, melainkan bagian dari kenyamanan dalam kehidupan digital,” kata Eko.
Formasi berharap momentum HKKI dapat menjadi titik awal penguatan budaya siber Indonesia, sekaligus memperkuat kedaulatan digital nasional di era global yang semakin kompleks.(*)





Tinggalkan Balasan