oleh

Kadis PUPR Luwu Dampingi Tim Ditlantas Polda Sulsel Tinjau Jalan Trans Sulawesi yang Ambles

LUWU, TEKAPE.co – Pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan, Kasi Manajemen Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas, Kompol H. Darwis, melakukan inspeksi kondisi dan meninju langsung Jalan Poros Trans Sulawesi di Desa Salu Paremang, Kecamatan Kamanre, Luwu, yang ambles, Kamis, 22 Juli 2021.

Dalam kunjungan tersebut, Kompol H Darwis, di dampingi Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Muh. Ali, Kanit Laka Lantas, Aiptu Arimin, SH. Yang juga dihadiri oleh Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab. Luwu, Ir. Ikhsan Asaad, ST, MT bersama Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Ir. Usdin Iskandar, ST, Kabid Jasa Konstruksi, Yusuf Kaya, dan beberapa personil berseragam Dinas Perhubungan Luwu.

Saat berada di lokasi, Kompol H. Darwis menyampaikan jika kedatangannya untuk melakukan pemetaan terhadap gangguan lalu lintas terutama dalam menghadapi Operasi Patuh tahun 2021.

“Kita juga mengidentifikasi langkah-langkah kongkrit yang telah di ambil oleh pihak pemerintah kabupaten dan Polres sebagai upaya rekayasa terhadap dampak kerusakan jalan untuk menjadi bahan laporan,” ujarnya.

Sebelum bertolak ke Luwu, pria yang pernah menapaki karir bayangkara di Polres Palopo dan Luwu pada tahun 2004 hingga 2006 tersebut terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak Balai Besar jalan nasional di Makassar.

“Saya mengapresiasi pihak Pemerintah Daerah dan Polres Luwu yang telah sigap dan cepat berkolaborasi melalui dinas PUPR melakukan penanganan akses jalan yang rusak,” ucapnya.

Sementara, Plt. Kadis PUPR Luwu, Ikhsan Asaad menjelaskan jika beberapa kali tim dari Balai Besar sudah melakukan kajian teknis terhadap penyebab ambruknya jalan.

“Sebagai langkah awal untuk penanganan bersifat sementara, menurut Ikhsan dalam waktu dekat ini pihak Balai akan melakukan pemasangan tiang pancang dengan menggunakan batang pohon kelapa, Langkah ini diharapkan bisa memberi solusi untuk menghindari abrasi yang lebih parah sembari menunggu hasil perencanaan teknis secara menyeluruh,” tandasnya.

Untuk diketahui, Setelah beberapa hari pasca amblesnya Jalan Poros Trans Sulawesi di desa Salu Paremang, Kec. Kamanre, tepatnya di Kilometer 333+750 arah Makassar, labilitas tanah bawah jalan semakin menunjukkan pergerakan.

Hal tersebut membuat kondisi jalan semakin rusak parah. Bahkan setengah badan jalan sudah terbelah dan jatuh sepanjang 150 meter. Ambruknya jalan membuat kemacetan panjang bagi pengendara yang melintas. Apalagi sejak kejadian, petugas dari kepolisian menerapkan sistem buka tutup dalam satu jalur. (*)

Komentar

Berita Terkait