oleh

Gerakan Seribu Obor Warnai Malam Takbiran di Kamp Pengungsian Meli

MASAMBA, TEKAPE.co — Gerakan seribu obor dan lilin mewarnai malam takbiran di kamp pengungsian, Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Meli, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Kamis malam, 30 Juli 2020.

Rintik hujan di lokasi pengungsian tak menyurutkan lantunan takbiran tetap menggema, dari salah satu posko yang ada di perkebunan Kelapa Sawit di Luwu Utara tersebut.

Salah satu pengungsi korban banjir bandang Luwu Utara, Lina, mengatakan sangat bahagia dapat berkumpul dengan keluarga, meski dalam keadaan mengungsi dan tinggal di bawah atap tenda terpal yang dingin.

“Merasa bahagia, bersyukur masih dapat selamat dari bencana dan bisa berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.

Lina merupakan salah satu korban yang selamat dari peristiwa tersebut. Rumahnya habis diterjang banjir bandang Senin 13 kuli 2020, malam lalu.

Sementara itu, salah seorang Relawan, Nilam, mengaku terharu dengan suasana yang tidak biasanya dialami sebelumnya.

“Suasananya bikin terharu, biasanya kan dirumah bersama keluarga tapi ini kita berkumpul dengan saudara kita yang terdampak bencana banjir di tengah-tengah posko pengungsian dengan penerangan obor. Tadi, Alhamdulillah ramai, kita sudah 3 kali putaran tapi karna hujan jadi kita bubar,” ujarnya.

Dari pantauan TEKAPE.co, malam takbiran tempat pengungsian di Desa Meli dalam keadaan hujan. Namun diwarnai dengan ribuan pawai obor dan juga lilin yang menerangi tenda – tenda pengungsi, serta sahutan suara takbir di posko pengungsian. (rindu)

Komentar

Berita Terkait