oleh

Disorot Lambat Datang Tangani Dugaan Keracunan Ratusan Santri PMDS, PSC 119 JA Sebut Infonya Telat

PALOPO, TEKAPE.co – Peristiwa dugaan keracunan massal di Pesantren Modern Datuk Sulaiman (PMDS) Kota Palopo, Kamis 16 Januari 2020, masih menuai perbincangan, utamanya di media sosial.

Salah satunya soal duo PSC 119 Kota Palopo. Warganet menyorot soal kelambatan PSC 119 JA Palopo versi Pemkot yang lambat datang, dibanding dengan PSC 119 Palopo versi dr Fadly.

Menanggapi sorotan itu, Koordinator PSC 119 Jemput Antar (JA) Kota Palopo, dr Bakri, dalam rilisnya yang diterima Tekape.co, Jumat malam, 17 Januari 2020, mengaku, pihaknya datang telat karena keterlambatan informasi terkait dugaan keracunan massal itu.

Menurut dr back, panggilan akrab koordinator PSC 119 JA, informasi terkait dugaan keracunan diterima oleh PSC JA sekira pukul 23.00 Wita, yang disampaikab oleh salah seorang orang tua korban. Bukan dari pihak PMDS.

Informasi tersebut langsung ditanggapi dan memerintahkan personil dan ambulance PSC 119 JA ke lokasi kejadian.

Namun setibanya di tempat kejadian, beberapa korban dugaan keracunan sudah diinfus oleh relawan.

Namun setelah ingin dievakuasi ke rumah sakit, sempat dilarang oleh salah satu relawan yang menangani lebih awal.

Karena larangan tersebut dari relawan, sehingga personil PSC 119 JA memilih untuk menangani santri lainnya dan langsung berkomunikasi dengan sejumlah rumah sakit dan Puskesmas untuk menjemput pasien yang semakin bertambah.

BACA JUGA:
Berangsur Pulih, Wawali dan Kadinkes Jenguk Santri Korban Keracunan

“Yang kami sayangkan, informasi terkait kejadian dugaan keracunan massal kami dapatkan dari pihak orang tua korban, bukan dari pihak pengelolah pesantren,” ungkap dr Bakri.

Mengingat kejadian seperti itu, lanjut dia, apalagi melibatkan banyak korban, seharusnya ditangani dengan cepat. Jangan dianggap remeh, karena menyangkut masalah nyawa seseorang.

“Jadi kami harapkan kepada semua pihak, agar segera menghubungi ketika ada kejadian seperti ini, apalagi melibatkan banyak korban,” harapnya.

Dijelaskan dr Bakri, berdasarkan informasi dari pihak PMDS, keluhan dari para santri sudah ada sejak Kamis sore, namun pihak PSC 119 JA baru mendapatkan informasi pada malam hari, sekira pukul 23.00 wita.

Sehingga melakukan penanganan hingga Jumat, pukul 03.00 dini hari. Karena pihak pengelolah PMDS mengatakan ingin mensterilkan lokasi pesantren.

“Karena disuruh balik, saya bersama personil kembali ke PSC 119 JA. Namun kami tetap standby dan menitipkan nomor seluler, karena yakin akan ada korban susulan,” tandasnya.

Ia menjelaskan, sesuai data yang ada, tercatat ada 130 santri menjadi korban dugaan keracunan yang ditangani oleh PSC 119 JA selama dua hari.

Dirinya berharap para santri yang sudah ditangani lebih lanjut oleh pihak rumah sakit dan Puskesmas bisa cepat pulih. (*)

Komentar

Berita Terkait