Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Lokakarya Koding dan AI Digelar di Luwu, 2 Dosen UNCP Jadi Narasumber

Guru-guru MTs Negeri 1 Luwu yang mengikuti Lokakarya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran di Gedung PLHUT Kementerian Agama Kabupaten Luwu. (Dok: UNCP)

LUWU, TEKAPE.co – Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) kembali menunjukkan kontribusinya dalam penguatan kualitas pendidikan melalui keterlibatan dosen dalam pengembangan kompetensi guru di era digital.

Dua dosen Program Studi Informatika Fakultas Teknik Komputer UNCP, Abdul Zahir, S.Pd., M.Pd. dan M. Agus Kholilur Rahman, S.Kom., M.Kom., dipercaya menjadi narasumber pada Lokakarya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar MTs Negeri 1 Luwu.

Kegiatan yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026 di Gedung PLHUT Kementerian Agama Kabupaten Luwu itu mengangkat tema “Mengajar dengan Cinta, Berkarya dengan Koding”.

Lokakarya tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) ke dalam pembelajaran dengan tetap mengedepankan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.

Dosen Program Studi Informatika Fakultas Teknik Komputer UNCP, Abdul Zahir dan M. Agus Kholilur Rahman, saat menjadi narasumber pada Lokakarya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MTs Negeri 1 Luwu, 13–14 Juni 2026. Mereka membekali guru tentang integrasi koding dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran.

Pada hari pertama, Abdul Zahir membawakan materi mengenai integrasi koding dan kecerdasan artifisial dalam berbagai mata pelajaran melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta.

Ia menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran teknologi yang tetap berorientasi pada aspek kemanusiaan.

Menurutnya, penguasaan teknologi perlu berjalan seiring dengan terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh perhatian bagi peserta didik.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait berpikir komputasional (computational thinking), analisis data, dan literasi digital sebagai kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.

Sementara itu, pada hari kedua, M. Agus Kholilur Rahman memberikan pelatihan dasar pemrograman menggunakan Python dan Visual Studio Code.

Para peserta diperkenalkan pada konsep logika pemrograman yang dapat diterapkan untuk melatih kemampuan berpikir sistematis, kritis, dan kreatif siswa.

Materi pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran.

Guru-guru peserta lokakarya dibekali keterampilan menggunakan berbagai platform AI untuk membantu penyusunan perangkat ajar, pengembangan media pembelajaran, hingga penyediaan sumber belajar yang lebih inovatif dan adaptif.

Sebagai bagian akhir kegiatan, peserta mendapatkan pendampingan dalam menyusun Rencana Pembelajaran Madrasah (RPM) yang mengintegrasikan koding, kecerdasan artifisial, dan Kurikulum Berbasis Cinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini