Demo di Samarinda Ricuh, Massa Soroti Anggaran dan Desak Hak Angket DPRD Kaltim
SAMARINDA, TEKAPE.co – Aksi demonstrasi besar-besaran di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin (21/4/2026) berujung ricuh.
Aksi yang diikuti berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan, itu menyuarakan sejumlah tuntutan terhadap pemerintah daerah.
Aksi awalnya digelar di depan Kantor DPRD Kalimantan Timur di Jalan Teuku Umar, sebelum kemudian bergerak ke Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada.
BACA JUGA: Dualisme Kepengurusan, PBB Gugat Kewenangan Menteri Hukum ke MK
Massa membawa tiga tuntutan utama, yakni evaluasi program pemerintah daerah, penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta dorongan penggunaan hak angket DPRD untuk mengkaji kebijakan gubernur dan wakil gubernur.
Dalam aksinya, massa juga menyoroti kebijakan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud yang dinilai tidak berpihak pada efisiensi anggaran daerah.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah renovasi rumah dinas gubernur yang disebut menghabiskan anggaran hingga Rp25 miliar.
BACA JUGA: Longsor Tewaskan 7 Orang, Mantan Kadis DLH DKI Ditetapkan Tersangka
“Gubernur Kaltim, Rudy Masud dinilai mengeluarkan kebijakan yang cenderung membuang-buang anggaran daerah,” demikian orasi massa di lokasi aksi.
Sorotan publik juga mengarah pada laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Rudy Masud yang tercatat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam LHKPN Maret 2025, ia melaporkan total kekayaan sebesar Rp166.521.104.827.
Dari laporan tersebut, aset tanah dan bangunan mencapai Rp26,5 miliar, dengan properti termahal berada di Jakarta Selatan senilai Rp15 miliar.
Bangunan itu memiliki luas 720 meter persegi di atas lahan 590 meter persegi.





Tinggalkan Balasan