Gegana Ledakkan Granat Aktif Temuan Warga di Pemakaman Palopo
PALOPO, TEKAPE.co – Tim penjinak bom dari Unit Jibom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan mengevakuasi dan memusnahkan sebuah granat nanas aktif di Kota Palopo, Minggu (5/4/2026).
Tim tiba di lokasi area tempat pemakaman umum di Jalan Lasattia Raja, Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat, sekira pukul 10.00 Wita, langsung mengamankan benda berbahaya tersebut.
Setelah melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi penemuan, granat kemudian dipindahkan ke area kebun yang berjarak sekitar 100 meter dari kompleks pemakaman untuk proses disposal.
BACA JUGA: Penemuan Granat di Lebang, Kapolres: Tunggu Brimob Pastikan Status Aktif
Granat dimusnahkan dengan cara diledakkan setelah terlebih dahulu dikubur.
Proses peledakan dilakukan sekitar pukul 10.35 Wita, diawali dengan hitung mundur oleh petugas serta imbauan kepada warga agar menjauh dari lokasi.
Ledakan terdengar keras dan menyebabkan tanah di sekitar titik peledakan berhamburan.
“Alhamdulillah hari ini selesai kita laksanakan pemusnahan atau pendibtusolaan temuan bom militer jenis granat,” kata Wakil Kepala Sub Unit Jibom Gegana Sat Brimob Polda Sulsel, Iptu Syahril, kepada wartawan.
Syahril menjelaskan, granat tersebut diduga merupakan peninggalan masa kolonial Belanda. Ia memperkirakan lokasi penemuan pernah menjadi area aktivitas militer pada masa itu.
“Granat tersebut diperkirakan karena dulu di sini ada camp militer Belanda, karena ada beberapa temuan di Indonesia mirip granat tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi granat masih relatif utuh saat ditemukan, termasuk pin pengamannya. Namun, bagian tersebut telah mengalami korosi.
“Safety pinnya masih lengkap, hanya pennya masih karatan. Namun apakah masih ada granat di sini kami sudah lakukan pengecekan tadi dan sudah aman,” kata dia.
Meski demikian, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan bahan peledak atau peninggalan militer.
“Namun apabila warga menemukan masih ada granat atau bahan militer lainnya segera laporkan ke pemerintah dan pihak kepolisian,” kata Syahril.(*)





Tinggalkan Balasan