oleh

Warga Poso Tewas Saat Baku Tembak Aparat-KSB, Keluarga: Belum Ada Penjelasan dari Polisi

POSO, TEKAPE.co – Seorang pria di Kabupaten Poso tewas dengan kondisi mengenaskan. Pihak keluarga korban membantah tewasnya QA karena terlibat baku tembak. Keluarga korban sendiri sampai saat ini belum juga menerima kronologis kejadian dari pihak kepolisian.

Hal itu disampaikan oleh Tante korban, Fitry, Jumat 10 April 2020, malam. Ia menyebutkan bahwa keponakannya banyak mengalami luka yang sangat tak wajar di tubuh almarhum.

“Sampai saat ini kita belum tahu kronologis sebenarnya, kita belum terima informasi detailnya, pihak kepolisian belum muncul. Dia meninggal bukan karena hanya tembakan, di badannya hanya ada satu tembakan yang membekas, sisanya luka sabetan pakai sangkur,” tegas Fitri.

BACA JUGA:
Bersama MDMC, Pemuda Muhammadiyah Luwu Bantu Warga Terdampak Banjir di Lamasi Timur

Menurutnya, almarhum lari dari rumah karena diberikan nasehat oleh pamannya agar tidak keluar rumah, mengingat mewabahnya virus Corona. Korban pergi ke rumah temannya untuk menghindari pamannya.

“Temannya datang ke rumah di Desa Tobe, Kecamatan Poso Pesisir Utara memanggil pamannya untuk menjemput almarhum Qidam Alfarisky yang lari dari rumah. Tiba di sana, Qidam lari tembus samping Polsek. Warga di situ sempat dengar suara tembakan di Polsek Poso Pesisir Utara,” kata Fitri.

Korban ditemukan pihak keluarga dalam keadaan meninggal yang tak wajar. Ada banyak luka di tubuh korban.

BACA JUGA:
PT Welani Jaya Sorowako Serahkan Sumbangan Handsanitizer ke Satgas Covid-19 Lutim

“Kaki patah, leher patah, paha robek sampai kemaluan, leher ada luka tusuk, ini tembakan atau di aniaya? Tolong kejelasannya,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, terlibat baku tembak dengan kelompok sipil bersenjata (KSB) di Poso, Sulawesi Tengah. Seorang anggota kelompok sipil bersenjata dilaporkan tewas.

“Iya benar, satu orang dikabarkan meninggal dalam kontak senjata kemarin di atas gunung di Kecamatan Poso Pesisir. Dari hasil pemeriksaan, ia terlibat atau gabung bersama kelompok sipil bersenjata di Poso,” Kata Kabid Humas Polda Sulteng Komb Didik Supranoto saat dihubungi via telepon Jumat 10 April 2020.

Didik belum menjelaskan secara detil mengenai insiden baku tembak. Pihaknya masih menelusuri keterlibatan anggota kelompok sipil bersenjata yang tewas tersebut. (*)

Komentar