Usulan WFH ASN Dikritik, DPRD DKI Sebut Bukan Solusi Hemat BBM
JAKARTA, TEKAPE.co – Wacana penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dinilai belum menjadi solusi utama untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, mengatakan kebijakan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh sebelum diterapkan.
Menurut dia, keputusan penerapan WFH tidak bisa diambil secara sederhana tanpa didukung data dan analisis yang memadai.
“Harus berbasis data dan analisis yang jelas,” ujar Rio, Sabtu (28/3/2026).
Ia menilai, penerapan WFH juga berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan publik. “Ada risiko penurunan pelayanan,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Sebagai alternatif, Rio mendorong optimalisasi transportasi publik sebagai langkah yang lebih realistis dalam menekan penggunaan BBM.
Ia menyebut Jakarta memiliki sistem transportasi terintegrasi seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan TransJakarta.
Menurut dia, penggunaan transportasi umum dapat mengurangi konsumsi BBM secara signifikan tanpa mengganggu layanan kepada masyarakat.
Rio juga mengusulkan pemberian subsidi transportasi bagi ASN serta pembatasan penggunaan kendaraan dinas.
“Transportasi umum lebih realistis, hemat BBM dan pelayanan tetap optimal,” ujarnya.
Rio turut meminta pemerintah membuka hasil evaluasi kebijakan WFH yang pernah diterapkan sebelumnya agar menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
“Harus transparan agar kebijakan tepat sasaran,” kata dia.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan pemerintah daerah masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait wacana tersebut.
Pramono mengatakan, hingga kini kebijakan WFH bagi ASN masih dalam tahap pembahasan.
“Kami menunggu keputusan final,” ujar Pramono.(*)




Tinggalkan Balasan