Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Puluhan Pegon Ramaikan Lebaran Ketupat, Daya Tarik Wisata Jember

Peserta mengikuti arak-arakan pegon dalam perayaan Lebaran Ketupat di Pantai Watu Ulo, Jember, Sabtu (28/3/2026). (ist)

JEMBER, TEKAPE.co – Tradisi arak-arakan pegon kembali memeriahkan perayaan Lebaran Ketupat di kawasan Pantai Watu Ulo, Sabtu (28/3/2026).

Puluhan kendaraan tradisional khas masyarakat pesisir itu menjadi daya tarik utama yang memadati kawasan wisata.

Kegiatan tahunan tersebut diikuti sekitar 30 hingga 35 pegon dari berbagai desa di Kecamatan Ambulu dan sekitarnya.

BACA JUGA: Musyawarah Adat Padoe Digelar di Wasuponda, Bupati Irwan Tekankan Peran Strategis Lembaga Adat

Suasana arak-arakan pegon dalam perayaan Lebaran Ketupat di Pantai Watu Ulo, Jember.

Para peserta merupakan pemilik kendaraan tradisional yang hingga kini masih digunakan dalam aktivitas sehari-hari, terutama oleh petani untuk mengangkut hasil panen maupun material.

Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Ambulu, Fahrul Asrori, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi turun-temurun tersebut.

Ia menilai pawai pegon menjadi kebanggaan warga Desa Sumberejo sekaligus ikon budaya di Kecamatan Ambulu.

“Tradisi ini rutin digelar setiap Lebaran Ketupat sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat. Pegon bukan sekadar simbol, tetapi masih digunakan sebagai sarana transportasi oleh petani hingga saat ini,” ujar Fahrul.

Kendaraan tradisional pegon yang ikut memeriahkan Lebaran Ketupat di kawasan wisata Pantai Watu Ulo.

BACA JUGA: Pagelaran Budaya Padoe, Wabup Puspawati: Pelestarian Budaya Jadi Tugas Bersama

Menurut dia, pawai pegon juga berpotensi besar menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Hal itu semakin didukung kebijakan tiket wisata terjangkau sebesar Rp12.500 yang memungkinkan pengunjung menikmati dua destinasi sekaligus, yakni Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma.

“Sejak kebijakan tiket murah diberlakukan, lonjakan pengunjung sangat signifikan. Hari ini terlihat kepadatan luar biasa, bahkan antrean kendaraan cukup panjang untuk bisa masuk ke kawasan wisata,” kata dia.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan pengawasan ketat dari unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat guna memastikan keamanan dan kelancaran acara.

Pemerintah daerah juga mendorong agar tradisi pegon diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda.

Dengan upaya pelestarian dan dukungan berbagai pihak, tradisi pawai pegon diharapkan terus berkembang sebagai identitas khas masyarakat pesisir Jember sekaligus memberikan nilai ekonomi serta memperkuat kebersamaan sosial.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini