oleh

Teliti Manfaat Limbah Cair Sagu, Dosen UNCP Raih Gelar Doktor di Universitas Brawijaya

PALOPO, TEKAPE.co – Eka Pratiwi Tenriawaru, S.Pd., M.Pd, dosen Program Studi Biologi UNCP telah melaksanakan Ujian Akhir Disertasi di bidang Mikrobiologi pada tanggal 2 November 2022 di ruang sidang Fakultas MIPA Universitas Brawijaya.

Penelitian Eka bertajuk “Keragaman Bakteri Endemik Buah-Buahan Lokal Sulawesi Selatan (Dengen/Dillenia serrata, Nanas/Ananas sp., Wasuponda, Markisa/Passiflora edulis), Empulur dan Limbah Sagu (Metroxylon sago) Serta Potensinya Sebagai Penghasil Asam Asetat Pada Medium Limbah Cair Sagu”.

Disertasi ini dibimbing oleh Dr. Suharjono, M.Si (Promotor), Tri Ardyati, M.Agr. PhD (Ko-Promotor 1) dan Prof. Dr. Ir. Elok Zubaidah, M.P (Ko-Promotor 2).

Dalam sidang disertasi yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S (Plt. Dekan Fakultas MIPA /Wakil Rektor Bid.Perencanaan, Kerjasama dan Internasionalisasi Universitas Brawijaya).

Eka memaparkan keanekaragaman bakteri endemik dari buah-buahan lokal serta limbah cair sagu dari Sulawesi Selatan yang dapat menghasilkan asam. Pada buah dengen ditemukan bakteri Acetobacter,Gluconobacetr, dan Komagateibacter yang berpotensi menghasilkan asam asetat. Pada buah markisa dan nanas ditemukan bakteri Weissela yang berpotensi menghasilkan asam laktat.

Pada empulur sagu ditemukan bakteri Dysogomonas penghasil asam firulat dan vanilat, serta bakteri Propionispira, dan Lactobacilllus yang berpotensi menghasilkan asam asetat.

Sedangkan, pada limbah cair sagu ditemukan Lactobacillus dan Gluconobacter yang dapat menghasilkan asam asetat. Semua bakteri yang ditemukan tersebut menggunakan limbah cair sagu sebagai substrat dalam menghasilkan asam.

“Wilayah Luwu Raya merupakan sentra produksi sagu di Sulawesi Selatan. Produksi sagu masih dilaksanakan secara tradisional, dan menghasilkan banyak limbah sagu baik itu padat maupun cair yang belum diolah secara maksimal. Untuk bisa mencapai zero-waste dalam produksi sagu, maka diperlukan upaya pemanfaatan limbah, sekaligus mengatasi masalah lingkungan yang muncul akibat limbah sagu tersebut”, papar Eka dalam menjawab pertanyaan dewan penguji tentang latar belakang penelitiannya.

Penelitian tersebut menghantarkan Eka menjadi Doktor Biologi pertama di Program Studi Biologi Fakultas Sains UNCP. Eka menempuh pendidikan di Program Studi Doktor Biologi Universitas Brawijaya melalui program Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri dari Kemendikbud Ristekdikti. Sebelumnya Eka pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Sains UNCP pada tahun 2016-2017. (rls)

Komentar

Berita Terkait