Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Minat Parfum Premium Tumbuh, Indonesia Dilirik Brand Internasional

Tren penggunaan parfum sebagai bagian dari gaya hidup mendorong pertumbuhan pasar wewangian di Indonesia. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – Minat masyarakat terhadap parfum premium di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Parfum kini tidak lagi sekadar pelengkap penampilan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus sarana ekspresi diri, khususnya di kalangan masyarakat urban.

Tren ini turut menarik perhatian pelaku industri global. Salah satunya adalah jenama wewangian asal Singapura, BestPerfume.Store, yang mulai memperluas pasar ke Indonesia melalui peluncuran platform daring serta pembangunan fasilitas produksi dan distribusi di Bekasi.

BACA JUGA: Ini Dia Harga Infinix Note 60 Ultra Beserta Keunggulannya

Founder BestPerfume.Store, Josh Frost, menilai Indonesia sebagai pasar potensial di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebutkan, pertumbuhan permintaan tidak hanya terjadi pada parfum kelas menengah, tetapi juga pada segmen premium.

“Di Singapura, kami melihat bahwa konsumen kami tersebar hingga ke Filipina, Indonesia, dan Malaysia. Ketiganya kini menjadi tiga pasar terbesar kami,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Menurut dia, Indonesia memiliki prospek jangka panjang seiring jumlah penduduk yang besar dan permintaan pasar yang terus berkembang.

BACA JUGA: PT Vale Perkuat Kinerja ESG 2025, Investasi Lingkungan Naik Signifikan

Tingginya distribusi parfum dari Eropa ke Indonesia juga mencerminkan kebutuhan yang signifikan.

Namun demikian, ia menilai diperlukan pendekatan berbeda untuk menembus pasar Asia Tenggara, terutama terkait karakter iklim tropis.

Parfum yang diproduksi di negara beriklim dingin, seperti Perancis, umumnya diformulasikan untuk suhu rendah sehingga tidak selalu cocok digunakan di wilayah tropis.

Pada negara bersuhu rendah, konsentrasi parfum yang kecil sudah cukup menghasilkan aroma yang kuat.

Sebaliknya, di wilayah tropis seperti Indonesia, diperlukan konsentrasi yang lebih tinggi agar wangi tetap bertahan di tengah panas dan kelembapan.

Menjawab tantangan tersebut, pihaknya mengklaim menghadirkan parfum dengan konsentrasi hingga 50 persen, melampaui standar Eau de Parfum yang umumnya berada di kisaran 15 persen.

Meski begitu, ia menekankan bahwa ketahanan aroma tidak hanya ditentukan oleh konsentrasi, tetapi juga cara penggunaan.

Salah satu metode yang kerap disarankan adalah penggunaan lotion sebelum menyemprotkan parfum. Namun, cara ini dinilai tidak selalu ideal karena berpotensi menimbulkan reaksi pada kulit.

Sebagai alternatif, ia menyarankan teknik penyemprotan berlapis.

“Teknik ini dilakukan dengan menyemprotkan parfum terlebih dahulu, lalu menunggu sekitar lima menit sebelum mengaplikasikannya kembali.”

“Cara ini membantu parfum lebih menyerap ke kulit sehingga aromanya bisa bertahan lebih lama,” jelasnya.

Selain itu, pemilihan titik semprot juga menjadi faktor penting. Area pergelangan tangan, leher, dan belakang telinga merupakan titik nadi yang efektif untuk menyebarkan aroma.

Untuk hasil lebih maksimal, parfum juga dapat disemprotkan di belakang lutut atau pada pakaian.

Namun, penggunaan pada kain perlu diperhatikan karena bahan tersebut cenderung menyimpan aroma lebih lama. Oleh karena itu, pemakaian sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan.

(Ronald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini