Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Targetkan 14.918 Ton Pupuk Gratis Plus pada 2026, DPKP Lutim Perkuat Dukungan untuk Petani

Ilustrasi pertanian. (ai/tekape.co)

MALILI, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui Program Pengadaan Pupuk Gratis Plus.

Pada tahun 2026, program yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sektor pertanian tersebut menargetkan penyaluran sebanyak 14.918,18 ton pupuk bagi petani di seluruh wilayah Luwu Timur.

Berdasarkan target yang telah disusun DPKP, alokasi pupuk gratis yang akan difasilitasi melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa terdiri atas 5.780,88 ton pupuk Urea, 8.028,51 ton pupuk NPK Phonska, dan 1.108,79 ton pupuk organik.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur, Subhang SPt MSi, mengatakan program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada petani dalam menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.

“Program Pengadaan Pupuk Gratis Plus menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung kemandirian pangan dan kesejahteraan petani. Tahun 2026, kami telah menetapkan target penyaluran pupuk yang lebih terarah sesuai kebutuhan kelompok tani,” ujar Subhang.

Menurut Subhang, keberadaan pupuk yang cukup dan tepat sasaran menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas komoditas pertanian, terutama tanaman pangan yang menjadi andalan masyarakat Luwu Timur.

“Melalui program ini, pemerintah tidak hanya membantu ketersediaan pupuk, tetapi juga memastikan petani dapat mengakses sarana produksi dengan lebih mudah dan biaya yang lebih ringan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Program Pengadaan Pupuk Gratis Plus merupakan bagian dari agenda besar pembangunan pertanian daerah yang diarahkan pada terwujudnya misi Pertanian Maju dan Kemandirian Pangan, yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam – Hj Puspawati Husler (Ibas-Puspa).

Selain bantuan pupuk, Pemkab Luwu Timur juga menyiapkan berbagai program pendukung pada tahun 2026, seperti penyaluran bibit unggul, bantuan alat dan mesin pertanian modern, pelatihan petani penyuluh, pembangunan jaringan irigasi, hingga penguatan kelembagaan petani melalui aktivasi baruga tani di desa-desa.

“Semua program ini saling terintegrasi. Tujuannya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat daya saing petani dan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan,” pungkas Subhang. (up)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini