oleh

Sudah 3 Bulan Tertimpa Puting Beliung, 1 Keluarga di Palopo Masih Tinggal Bersama Reruntuhan

PALOPO, TEKAPE.co – Kejadian pilu dirasakan satu keluarga di Kelurahan Penggoli, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo.

Atap rumah yang mereka tempati hampir habis akibat diterpa angin puting beliung, sejak 3 bulan lalu.

Pasca musibah puting beliung itu, mereka sempat dibantu terpal untuk atap dari Dinas Sosial. Namun saat ini, atap itu sudah habis terkoyak angin.

Hingga kini, pasangan suami-istri bersama 3 anak dan 1 kemenakan ini, tinggal bersama di reruntuhan rumah yang berlantai tanah.

“Rumah kami dulu ditimpa angin puting beliung. Atapnya terbang dibawa angin. Dulu dibantu terpal oleh Dinsos, cuma sekarang sudah rusak. Jadi kembali tidak ada atapnya,” ujar ibu Damring, saat menerima bantuan sembako dari Relawan Covid-19 Palopo, Maksum Runi, Rabu 15 April, siang.

Karena atap rumah bagian depan sudah lebih banyak yang rusak, sehingga mereka sekeluarga harus tidur di ruangan dapur, dengan ukuran sempit.

Perempuan asal Malili yang berdomisili di Kelurahan Penggoli ini, mengaku telah menempati rumah itu selama 10 tahun.

Rumah itu sebenarnya rumah panggung. Namun karena papan lantainya sudah rapuh, sehingga papannya dilepas dan dipilih tinggal di bawah yang berlantai tanah.

“Ini tanah dan rumah keluarga. Bukan punya kami. Kami hanya diberi untuk menempati,” ujar ibu dari tiga orang anak itu.

Ia mengaku bersyukur mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH). Namun belum mendapat bantuan beras sejahtera (rastra).

Relawan Covid-19 Palopo saat membawakan bantuan beras.

Suami Damring, yang hanya berprofesi sebagai kuli bangunan, harus menghidupi seluruh keluarganya, serta biaya perkuliahan anaknya.

“Ada anak kami kuliah di IAIN Palopo. Alhamdulillah, dapat beasiswa Bidikmisi,” ujarnya.

Tak jauh dari rumah Damring, satu orang lansia juga mengaku tak menerima PKH. (*)

Komentar

Berita Terkait