PT Masmindo dan Pemkab Luwu Latih 90 Peserta Akademi Matappa, Siapkan Tenaga Kerja Terampil Bersertifikat BNSP
LUWU, TEKAPE.co – PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu resmi membuka dan melepas peserta Pelatihan Tenaga Kerja Terampil dan Tersertifikasi Akademi Matappa Angkatan I di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Luwu, Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Senin (8/6/2026).
Sebanyak 90 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Luwu mengikuti program pelatihan vokasi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar siap bersaing di dunia industri. Para peserta akan mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi sekaligus kesempatan mengikuti uji sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Program ini dibuka langsung oleh Bupati Luwu, H. Patahudding, yang menyebut Akademi Matappa sebagai salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul.
“Alhamdulillah dengan adanya program ini mudah-mudahan bisa menjadi tenaga kerja yang terampil di masa depan dan ini adalah salah satu contoh ke depan bagaimana generasi-generasi ke depan bisa menjadi terampil,” ujar Patahudding.
Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Luwu. Bupati turut mengapresiasi para peserta yang telah bersedia mengikuti pelatihan tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PT Masmindo Dwi Area atas dukungan terhadap pengembangan masyarakat melalui program peningkatan kapasitas tenaga kerja.
“Melalui program ini saya sangat berterima kasih kepada PT Masmindo. Dengan hadirnya investasi di Kabupaten Luwu ini, mudah-mudahan Masmindo dapat membawa berkah untuk masyarakat Kabupaten Luwu. Ini adalah salah satu bukti perhatian PT Masmindo kepada masyarakat Kabupaten Luwu,” ujarnya.
Patahudding berharap seluruh peserta mendapat pembinaan maksimal sehingga mampu menjadi tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.
“Jadi mohon anak-anak kita ini dibina betul-betul bagaimana supaya menghasilkan tenaga kerja yang betul-betul terampil dan mampu bersaing. Semoga kegiatan ini bisa membawa berkah bagi kita semua,” tuturnya.
Lima Bidang Kompetensi
Pada angkatan pertama ini, Akademi Matappa membuka lima program pelatihan, yakni Teknisi Otomotif, Teknisi Listrik Industri, Teknisi Air Conditioner (AC), Food Handling, dan Hospitality.
Selain pelatihan berbasis kompetensi sesuai standar industri, peserta juga memperoleh modul pelatihan, akomodasi, konsumsi selama pelatihan, BPJS Kesehatan, seragam, uang saku, hingga kesempatan mengikuti uji kompetensi BNSP.
Komitmen Masmindo Kembangkan SDM Lokal
KTT PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, menyampaikan pesan Direktur PT Masmindo Dwi Area bahwa kehadiran perusahaan melalui Proyek Awak Mas tidak hanya berfokus pada aktivitas pertambangan, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional.
“Kehadiran Masmindo melalui Proyek Awak Mas bukan semata kehadiran perusahaan tambang. Kami datang dengan sebuah keyakinan bahwa kekayaan terbesar dari Tanah Luwu bukan hanya sekadar emas yang terkandung di dalamnya, melainkan manusia yang tumbuh di sekitar lokasi pertambangan tersebut. Emas akan habis pada waktunya, tetapi manusia yang terampil dan berkarakter akan terus memberi manfaat jauh melampaui usia sebuah tambang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengembangan SDM menjadi bagian utama dari komitmen jangka panjang perusahaan di Kabupaten Luwu.
“Kepedulian terhadap pengembangan sumber daya manusia kami tempatkan bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai inti dari komitmen jangka panjang kami di daerah ini. Kami ingin memastikan bahwa putra-putri terbaik Luwu menjadi pribadi-pribadi profesional sehingga unggul dalam mengisi berbagai peluang kerja dan profesi, baik di Luwu maupun di tempat lain,” jelasnya.
Menurut Mustafa, Akademi Matappa merupakan wujud nyata komitmen tersebut dengan menghadirkan pelatihan vokasi yang dirancang sesuai kebutuhan industri.
“Akademi Matappa hadir sebagai pusat pelatihan vokasi yang membekali peserta dengan keterampilan, kompetensi, dan etos kerja yang dibutuhkan dunia industri yang menuntut standar keselamatan dan profesionalisme yang tinggi,” katanya.
Siapkan SDM Hadapi Peluang Investasi
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, mengatakan bahwa meningkatnya investasi di Kabupaten Luwu harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja lokal yang kompeten.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan masyarakat agar mampu memanfaatkan peluang kerja yang tercipta dari berbagai investasi yang masuk ke daerah.
“Karena itu, pelatihan ini menjadi langkah nyata untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan sertifikasi yang dibutuhkan dunia kerja, sehingga mampu mengambil bagian dalam berbagai peluang yang tercipta dari hadirnya investasi di Kabupaten Luwu,” ujarnya.
Sofyan juga menjelaskan bahwa nama Matappa mengandung filosofi keyakinan dan kepercayaan terhadap proses.
“Matappa berarti yakin dan percaya. Yakin pada kemampuan diri, percaya pada proses, karena untuk mewujudkan setiap impian, kerja adalah jalannya dan keyakinan adalah penjaganya,” pesannya.
Target Jadi Pusat Pelatihan Berstandar Internasional
Kepala Sekolah Akademi Matappa, Anton Sudarisman, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan masa depan generasi muda Luwu melalui pelatihan bersertifikasi BNSP.
“Visi kami ke depan adalah menjadi pusat pelatihan berstandar internasional yang melahirkan generasi Luwu yang terampil, berkarakter, dan berdaya saing nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama dua bulan peserta akan mendapatkan pelatihan dengan porsi praktik mencapai 75 persen dan teori 25 persen. Setelah itu, peserta menjalani on the job training (OJT) di sejumlah perusahaan dan tempat kerja yang relevan sebelum mengikuti uji sertifikasi nasional BNSP.
“Kami merancang program ini dengan porsi praktik yang besar, sekitar 75 persen, dan teori 25 persen. Mereka juga akan menjalani OJT di tempat-tempat yang relevan sehingga benar-benar siap menjadi tenaga profesional yang dibuktikan dengan sertifikasi,” jelas Anton.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan penyerahan simbolis atribut masing-masing jurusan pelatihan, mulai dari helm keselamatan untuk otomotif, rompi keselamatan untuk teknisi AC, perlengkapan kerja bidang kelistrikan, celemek untuk bidang kuliner, hingga perlengkapan hospitality untuk peserta perhotelan. (hms)






Tinggalkan Balasan