oleh

Sejumlah Warga Lagaligo Palopo Protes tak Terima BST, Dinilai Banyak Lebih Mampu yang Dapat

PALOPO, TEKAPE.co – Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan, telah disalurkan sejak Jumat 15 Mei 2020.

Namun, bantuan sebagai upaya meringankan dampak pandemi covid-19 ini dinilai banyak salah sasaran.

Sebab, kucuran dana sebesar Rp600 ribu per Kepala Keluarga (KK) itu, banyak diterima warga yang ekonomi mampu, sementara masih ada keluarga yang lebih kurang mampu yang belum dapat bantuan apapun dari pemerintah.

BACA JUGA:
8 Juni, SMKN 1 Palopo Mulai Buka Pendaftaran Calon Siswa Baru

Seperti yang terjadi di Kelurahan Lagaligo, Kota Palopo. Sejumlah warga yang tergolong mampu diduga menerima bantuan uang tunai dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Jusriani (53), warga Jalan Kelapa, Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, mengatakan, darinya tidak terima BST. Sementara ada beberapa warga yang lebih mampu darinya, yang menerima BST di kantor Pos Palopo, karena mendapatkan surat pemberitahuan mengambil BST dari kantor kelurahan.

“Hampir rata-rata orang lebih mampu dari kami di Kelurahan Lagaligo ini, mendapat surat pengambilan BST di Kantor Pos. Sementara kami yang benar-benar membutuhkan karena terdampak covid-19, justru tidak diberikan surat pemberitahuan pengambilan BST oleh pihak kelurahan,” kata Jusriani, Sabtu 16 Mei 2020.

BACA JUGA:
Ramadhan, Polsek Bahadopi Bagi Sembako Bantu Kaum Duafa saat Virus Corona

Hal yang sama juga diungkapkan, Sudirman (37), warga Jalan Durian, Palopo.

Ia menuturkan tidak mendapatkan surat pemberitahuan pengambilan uang tunai bantuan Kemensos di kantor Pos.

“Banyak warga disini (Kelurahan Lagaligo) yang benar-benar butuh bantuan, tapi tidak dapat. Kan aneh. Apakah mereka yang mendapat BST adalah orang-orang yang dekat dengan orang di kantor kelurahan,” tandas Sudirman.

Diketahui, RT di Kota Palopo menyeleksi warga yang belum mendapat bantuan.

Tapi faktanya, BST dari Kemensos bagi warga miskin tersebut, belum tepat sasaran. (usman)

Komentar

Berita Terkait