Ribuan Warga Toraja Tumpah Ruah, Doa Bersama Lintas Agama Perangi Penyakit Sosial
RANTEPAO, TEKAPE.co – Menyikapi maraknya penyakit sosial yang kian memprihatinkan di wilayah Toraja, Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja menginisiasi rapat koordinasi lintas agama yang menghasilkan kesepakatan untuk menggelar doa bersama di dua titik, Sabtu (25/04/2026).
Dua lokasi tersebut yakni Bundaran Kolam Plaza Makale dan Lapangan Bakti Rantepao.
Doa bersama ini menjadi simbol persatuan lintas agama dalam merespons berbagai persoalan sosial yang dinilai mulai menggerus kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
Pantauan Tekape.co di Lapangan Bakti Rantepao, ribuan masyarakat tampak memadati lokasi sejak pagi hari.
Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga masyarakat umum, menunjukkan tingginya kepedulian terhadap kondisi sosial yang terjadi saat ini.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk keprihatinan bersama terhadap maraknya penyakit sosial yang dinilai telah menyusup hingga ke pelosok kampung dan mengancam masa depan generasi muda Toraja.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BPS Gereja Toraja, Pdt Alfred Anggui, tidak dapat hadir di Rantepao karena mengikuti doa bersama di Plaza Kolam Makale. Ia diwakili oleh Pdt Kibaid Yulianus Tandirerung.
Dalam seruannya, Pdt Kibaid Yulianus Tandirerung mengajak seluruh masyarakat Sang Torayan untuk bersatu melawan berbagai penyakit sosial yang kian merajalela, termasuk praktik-praktik yang kerap berlindung di balik adat dan budaya.
“Mari kita bersama-sama mencegah dan memberantas penyakit sosial di kampung kita ini. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan berkedok adat. Hal ini bisa merusak generasi muda Toraja,” tegasnya di hadapan ribuan peserta.
Dia juga menyinggung sejumlah praktik seperti Mappasilaga Tedong dan sabung ayam yang dinilai rawan disalahgunakan dan berpotensi menjadi pintu masuk berbagai dampak negatif sosial jika tidak dikendalikan secara bijak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Toraja Utara, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, pemerhati sosial, pemerhati budaya, serta berbagai elemen pemuda.
Doa bersama ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif masyarakat Toraja untuk menjaga nilai-nilai budaya tetap pada koridor yang benar, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyakit sosial.
(Erlin)





Tinggalkan Balasan