Ramadan di Benhil, Antusiasme Berburu Takjil Jadi Ajang Kebersamaan
Ia mengaku telah lama berjualan di lokasi tersebut dengan menjajakan aneka gorengan, lontong, dan bihun.
Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, mulai dari sekitar Rp2.000 hingga puluhan ribu rupiah.
Menurut Safi’i, pembeli tidak hanya berasal dari Jakarta Pusat, tetapi juga dari wilayah lain seperti Jakarta Barat, Timur, Utara, Selatan, hingga Tangerang.
Selama Ramadan, ia merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan. Dalam satu bulan berjualan takjil, omzetnya dapat mencapai belasan juta rupiah.
Antusiasme warga yang datang dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa tradisi berburu takjil bukan sekadar aktivitas membeli makanan, melainkan juga menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang mewarnai Ramadan di Ibu Kota.(*)
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini





Tinggalkan Balasan