oleh

Poktan Gotong Royong Buat Turab di Bantaran Sungai Walu-walu Lutra

SABBANG, TEKAPE.co – Puluhan masyarakat Desa Kalotok yang terdiri dari anggota kelompok tani dan pemerintah desa kembali bergotong royong, di Bantaran Sungai Walu-walu, Minggu 10 September 2017 pagi.

Mereka membuat turab dari kayu di bantaran Sungai Walu walu. Hal itu dilakukan untuk menjaga agar jalan tani di pinggir sungai Walu-walu tetap berfungsi.

Gotong royong kali ini juga karena longsornya sekitar 20 meter jalan tani di bibir Sungai Walu-walu, akibat terkikis derasnya luapan pekan lalu. Agar tidak terjadi longsor susulan, maka warga bergotong royong membuat turab.

Kasubid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Luwu Utara Rahmat Ansari, mengatakan bahwa inilah fungsi kelompok untuk membangun kekuatan bersama mencegah terjadinya bencana.

“Kalau jalan putus bencana buat petani,” ucapnya.

Rahmat Ansari,  menjelaskan pula bahwa pemerintah daerah melalui dinas PUPR telah melakukan normalisasi sungai.

Kalau ada yang longsor kecil kecil, disanalah kelompok tani bisa membangun kerja sama untuk penangan. Kecuali jika longsornya sudah melebar, barulah meminta bantuan pihak kabupaten.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Kalotok Jusman, mengatakan, kegiatan gotong royong sudah terbangun sejak lama di desanya. Yang sifatnya kecil itu bisa ditangani dengan gotong royong. Dia juga akan membuat program pembuatan buronjong.

“Saya sudah rencana membuat buronjong untuk mempertahankan  jalan tani di pinggir sungai walu walu,” kata Jusman.

Lanjut dia, petani juga berterima kasih Kepada BPBD luwu utara yang setiap saat hadir memberikan semangat untuk penangan bencana banjir sejak dini dengan bergotong royong. (jus)

Komentar

Berita Terkait