Pemkab Sidoarjo Sosialisasikan Pembebasan Lahan untuk Flyover Gedangan
Selain itu, proyek tersebut diharapkan memberi dampak sosial dan ekonomi positif bagi masyarakat, termasuk menjaga aktivitas usaha warga di sisi barat Jalan Raya Gedangan tetap berjalan.
Ia juga menjelaskan, berdasarkan kajian teknis Detail Engineering Design (DED), trase proyek digeser ke sisi timur. Pergeseran itu mempertimbangkan efisiensi, kondisi tanah, serta dampak terhadap masyarakat.
“Ada penghematan waktu, efisiensi anggaran, dan pergeseran trase ke sisi timur merupakan pertimbangan teknis DED flyover Gedangan dan hasil geometrik BBPJN menunjukkan sisi timur memiliki daya dukung tanah dan kondisi topografi yang lebih ideal untuk struktur bawah jembatan serta bidang yang terdampak lebih sedikit dengan luas pembebasan lahan yang terdampak adalah 45.822 meter persegi dan 89 KK serta lebih banyak lahan yang berstatus milik negara seperti Polsek, Puskesmas, PDAM, dan lahan milik PT KAI,” kata Makhmud.
Dalam kesempatan itu, Subandi juga menegaskan bahwa pemilik lahan tidak akan dibebani pajak maupun BPHTB dalam proses pembebasan.
Ia mengimbau masyarakat segera menyiapkan dokumen kepemilikan lahan, mulai dari alas hak, data bangunan, hingga tanaman yang berada di atas tanah tersebut.
Warga juga diminta aktif berkoordinasi dengan kepala desa dan camat agar proses administrasi berjalan lancar dan tidak menghambat tahapan pembebasan lahan.
Dengan dukungan masyarakat dan sinergi lintas instansi, proyek flyover Gedangan diharapkan dapat segera terealisasi sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
(Daulat)






Tinggalkan Balasan