oleh

Mama Muda di Lutra Diduga Diperkosa Saat Menyusui, Pelaku Malah Dilepas

MASAMBA, TEKAPE.co — Seorang mama muda berinisial P (17) melapor diperkosa di rumahnya, di Baebunta, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Rabu, 19 Februari 2020, siang.

Keesokan harinya, polisi menangkap pelaku berinisial Rs. Namun 17 Maret 2020, lalu, pelaku dilepas atau ditangguhkan penahanannya.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu berawal saat korban tengah menyusui anaknya di rumahnya.

Tiba-tiba, pelaku mengintip dan langsung masuk ke rumah korban siang itu.

Pelaku yang melihat korban sedang menyusui anaknya, mendobrak pintu dan memegang sebilah parang. Pelaku langsung menodongkannya ke arah korban dan anaknya.

Pelaku lalu mencekik korban dan anaknya. Tak hanya itu, pelaku juga mengancam korban.

“Kalau kamu berteriak, anak kamu mati,” ancam pelaku.

Melihat korban tak berdaya dan tak mampu berbuat apa-apa, pelaku langsung melakukan aksi bejatnya.

Keesokan harinya, pelaku diamankan polisi beserta barang bukti sebilah parang, baju, sandal, dan juga seprei untuk mencocokkan DNA sperma pelaku.

Sementara, korban baru divisum di rumah sakit setelah 6 hari kejadian nahas itu.

Dari informasi pihak korban, pelaku sempat ditahan, namun kemudian dilepaskan.

“Alasannya, polisi mengaku tidak memiliki cukup bukti dan saksi untuk menjerat pelaku,” ujar keluarga korban, AS, saat dikonfirmasi, Sabtu 21 Maret 2020.

Ia mengatakan pelaku telah ditangguhkan dan dibiarkan berkeliaran.

“Sebenarnya, pelaku telah ditahan, namun kemudian ditangguhkan, karena dijamin oleh oknum anggota polisi di Polres Luwu Utara,” katanya.

Ia menyayangkan penangguhan penahanan itu. Sebab seharusnya, pelaku tidak ditangguhkan, karena kasus ini pidana murni.

“Seharusnya pelaku jangan dibiarkan, lalu lalang bebas kemana-mana. Sebab ini jelas pidananya, orang yang diperkosa, bukan orang gila, orang sehat dan normal,” tandasnya.

Keluarga korban berharap, agar pelaku segera ditahan, mengingat hal ini adalah untuk kebaikan bersama.

“Harapan keluarga, semoga pelaku segera ditahan kembali, karena jika dibiarkan, maka kami takutnya masalahnya bukan hanya tentang korban dan pelaku, tetapi bisa berdampak ke hal lain,” harapnya.

Pihak keluarga korban berharap, semoga pihak kepolisian bisa menepati janjinya, seperti yang dikatakan pada saat pertemuan antara pihak korban dan kepolisian.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal, yang dikonfirmasi terpisah, belum memberikan penjelasan terkait kasus pemerkosaan itu. (rindu)

Komentar

Berita Terkait