oleh

Komitmen Merawat Alam, PT Vale Kokohkan Pondasi Hingga 2050

TELAH lebih dari setengah abad PT Vale Indonesia Tbk, dulu PT Inco, mengeksplorasi tambang nikel di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel. Namun hingga kini, komitmen merawat alam untuk membuktikan ‘tambang tak harus merusak’ terus dipegang teguh, dengan berbagai inovasi dan penggunaan energi terbarukan.

Laporan: Masyudi Martani Padang

PT Vale Indonesia Tbk, telah merumuskan strategi prioritas, dengan berfokus pada lima pilar, yakni Kesehatan, Keselamatan dan Resiko, Sumbur Daya Manusia, Keberlanjutan serta Pemeliharaan dan Pertumbuhan.

Prioritas strategis ini mulai dijalankan pada tahun 2020 hingga 3 sampai 5 tahun kedepan.

Tujuannya adalah  menancapkan pondasi yang kokoh untuk dicapai di 2030 dan 2050, yang bermuara pada PT Vale yang lebih aman, andal, kompetitif, berkelanjutan, dan dicintai masyarakat.

Rencana strategis itu tertuang dalam laporan berkelanjutan 2020, dengan judul Reinforcing and Inspiring, buku yang dikemas dalam 2 bahasa itu, yakni bahasa Indonesia dan Inggris. Dalam laporan itu, memaparkan susunan data yang didalamnya terdapat rencana, proyeksi, strategi dan tujuan perusahaan.

Laporan memperlihatkan sejauh mana PT Vale memiliki kontribusi bagi dunia pertambangan, serta keseriusan PT Vale menjadi salah satu perusahaan Nikel terbaik dan terbesar di dunia.

Dalam penjelasan laporan tersebut, PT Vale menegaskan ‘we build backbatter, grow stronger’. Bahwa membangun yang lebih baik dan menjadi kuat. Kata-kata ini mungkin sebagian orang hanyalah harapan PT Vale Indonesia, yang menginginkan perusahaan tersebut menjadi lebih baik dan kuat.

Pada tahun 2019, saat berkunjung ke perusahaan besar se Asia tersebut, melalui kegiatan Media Visit PT Vale. diperlihatkan bagaimana cara PT Vale menjalankan operasi mining.

Dari kunjungan dan pengalaman tersebut, memberikan perspektif yang berbeda melihat aktivitas tambang, ditambah lagi dengan melihat laporan PT Vale di website resminya.

Sejak berdiri pada tahun 1968, PT Vale Indonesia Tbk telah menjalankan operasi penambangan dan pengelolahan nikel selama 5 dekade. Beroperasi di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, PT Vale menjadi perusahaan terbesar di Asia, dengan hasil produksi Nikel Matte sebanyak 72.237 ton atau 98,95% dari target.

Perusahaan ini juga mengoptimalkan penjualan nikel dalam matte dengan total perolehan Pendapatan Usaha sebanyak 764,74 juta dollar AS atau 89,95% dari target.

Hal ini tentu hasil dari korelasi misi PT Vale yang mengupayakan untuk mengubah sumber daya alam menjadi sumber kemakmuran, dan pembangunan berkelanjutan. Sehingga dalam praktiknya, PT Vale bertanggung jawab penuh terhadap kondisi lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial.

Komentar

Berita Terkait