oleh

Kasatpol PP Palopo ‘Baku Geso’ Saja, Andi Fadly: Seorang Pemimpin Harus Bisa Kontrol Emosi

PALOPO, TEKAPE.co – Baru-baru ini beredar video yang memperlihatkan Kasatpol PP Kota Palopo, Ade Candra mengatakan ‘baku geso’ saja saat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi menuntut transparansi anggaran Covid-19 di Kantor Wali Kota Palopo pada Kamis 9 Juli 2020.

Dalam video tersebut, Mantan Camat Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur ini nampak kesal menghadapi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi sehingga mengatakan baku geso yang dalam bahasa daerah artinya ajakan untuk berkelahi atau saling bentrok.

Melihat kejadian tersebut yang viral di media sosial, Tokoh Pemuda Kota Palopo, dr Andi Fadly mengatakan, bahwa itu sangat mencoreng marwah pemerintahan apalagi beliau itu ASN.

BACA JUGA:
Viral Video Kasatpol PP Palopo: Baku ‘Geso’ Saja, Ini Tanggapan Netizen

Ia mengaku miris dengan adanya kejadian seperti yang beredar melalui rekaman video amatir di sejumlah media sosial termasuk group-group Whatsapp, seolah-olah tidak ada cara lain yang ditempuh selain mengajak mahasiswa yang berunjuk rasa untuk bentrok.

“Dalam video tersebut terlihat Kasatpol PP kota Palopo mengatakan, keluar semuanya baku geso saja, saya rasa itu sudah tidak etis dikeluarkan oleh seorang pemimpin,” kata dr Andi Fadly, Jumat 10 Juli 2020.

“Saya sekedar memberi saran kepada mereka bahwa Palopo itu daerah yang rawan terjadi gesekan, kultur masyarakat Palopo berbeda dengan kultur daerah lain, kalau di Palopo orang mengedepankan siri. Seharusnya dalam menyelesaikan masalah harusnya mengedepankan diskusi secara baik dan beretika,” tambahnya.

Andi Fadly yang juga Pengurus DPP BAIN HAM RI Departemen Advokasi dan Investigasi itu menyarankan bahwa, jangan mencak-mencak emosi apalagi sampai mengajak untuk bentrok, hal itu tidak etis skarena bertentangan dengan nilai budaya kita.

Justru akan menilai bahwa Kasatpol PP Kota Palopo bertipikal tempramen tidak cocok dengan karakter pemimpin demikian. (*)

Komentar

Berita Terkait