oleh

Jauh Dari Dapur Umum, Pengungsi di Meli Butuh Tabung Gas dan Perlengakapan Tidur

MELI, TEKAPE.co — Korban banjir bandang mendirikan tempat pengungsian di area perkebunan Kelapa Sawit, di Desa Meli Kecamatan Baebunta.

Puluhan tempat pengunsian itu dibuat secara mandiri oleh warga setempat, yang berhasil selamat dari terjangan banjir bandang Senin malam lalu, 13 Juli 2020.

Dari pantauan Tekape.co, Kamis, 16 Juli 2020, setiap posko pengungsian terdiri dari 15 hingga 25 orang di dalam.

Karena mereka jauh dari dapur umum yang didirikan pemerintah, sehingga mereka terpaksa memasak sendiri. Namun peralatan dapur serba sangat terbatas. Utamanya kebutuhan tabung gas.

Salah satu relawan, Obet mengatakan, masyarakat mendirikan posko sendiri di lokasi itu.

“Masing-masing masyarakat mendirikan posko dengan biaya sendiri, yang terbuat dari terpal dan kayu, yang diambil di sekitar area pengungsian,” ujarnya.

Ia mengatakan, mereka membutuhkan perlengkapan posko, kesehatan dan juga untuk dapur.

“Mereka sangat membutuhkan tenda, tabung gas, sarung, selimut, pakaian dalam, dan juga obat – obatan,” ujarnya.

Sementara untuk perlengkapan bayi, dibutuhkan susu, popok, dan juga minyak kayu putih.

Dari pantauan Tekape.co, cuaca di tempat pengungsian diselimuti kabut dan hujan.

Sementara di sepanjang jalan, pusat pengungsian korban banjir Radda, sampai Meli itu, dipadati kendaraan roda 4 dan roda 2 yang memuat bantuan untuk korban bencana banjir.

Bantuan terus mengalir hingga saat ini, namun bantuan tabung gas dan perlengkapan tidur sangat minim. (rindu)

Komentar

Berita Terkait