Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Inflasi Sulsel Naik 2,68 Persen, Sidrap Tertinggi Parepare Terendah

Ilustrasi Infalsi. (net)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat inflasi year on year (y-on-y) di wilayah tersebut sebesar 2,68 persen pada April 2026.

Kenaikan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi faktor utama yang mendorong naiknya indeks harga konsumen (IHK).

“Pada April 2026 terjadi inflasi y-on-y Sulsel sebesar 2,68 persen dengan IHK sebesar 111,56,” demikian laporan BPS Sulsel, Senin (4/5/2026).

BACA JUGA: Harga BBM Nonsubsidi Resmi Naik per 4 Mei, Ini Rinciannya

BPS menjelaskan, kenaikan harga terjadi pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi yang tertinggi dengan kenaikan 11,72 persen.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,41 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,58 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,63 persen; kelompok transportasi sebesar 0,43 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,82 persen,” jelas BPS.

Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga mengalami kenaikan sebesar 2,34 persen. Kelompok pendidikan naik 1,09 persen, sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,61 persen.

BACA JUGA: PT Vale Gelontorkan US$4,73 Juta untuk PPM di 2025, Naik 18,35 Persen

“Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,61 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,09 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,34 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,72 persen,” tambahnya.

Dari sisi wilayah, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,94 persen dengan IHK 109,81.

Sementara itu, Kota Parepare menjadi daerah dengan inflasi terendah yakni 2,18 persen dengan IHK 112,39.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sidrap sebesar 3,94 persen dengan IHK sebesar 109,81 dan terendah terjadi di Kota Parepare sebesar 2,18 persen dengan IHK sebesar 112,39,” kata BPS.

Di sisi lain, terdapat dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga atau deflasi.

Kelompok pakaian dan alas kaki turun 0,94 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,14 persen.

“Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,94 persen, dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,14 persen,” pungkas BPS. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini