Harga BBM Nonsubsidi Resmi Naik per 4 Mei, Ini Rinciannya
JAKARTA, TEKAPE.co – PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada 4 Mei 2026.
Tiga produk yang mengalami kenaikan yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex di seluruh wilayah Indonesia.
Mengacu pada data di aplikasi MyPertamina, besaran kenaikan harga berbeda di tiap daerah.
BACA JUGA: PT Vale Gelontorkan US$4,73 Juta untuk PPM di 2025, Naik 18,35 Persen
Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo tercatat naik dari sebelumnya Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada BBM jenis diesel. Harga Dexlite melonjak dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter.
Sementara itu, Pertamina Dex juga mengalami kenaikan dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter.
BACA JUGA: Minat Parfum Premium Tumbuh, Indonesia Dilirik Brand Internasional
“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar,” demikian keterangan resmi Pertamina.
Di tengah kenaikan tersebut, Pertamina memastikan sejumlah jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Pertamax masih dijual Rp12.300 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, serta Bio Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Berikut rincian harga BBM yang berlaku per 4 Mei 2026 untuk wilayah Jawa:
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.900
Pertamax Green: Rp12.900
Pertamina Bio Solar: Rp6.800
Dexlite: Rp26.000
Pertamina Dex: Rp27.900
Sementara untuk kawasan timur Indonesia seperti Kalimantan dan Sulawesi, harga BBM berada dalam rentang yang sedikit lebih tinggi.
Pertamax dibanderol sekitar Rp12.600 hingga Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp20.350 hingga Rp20.750 per liter.
Untuk jenis diesel, harga Dexlite berada di kisaran Rp26.600 sampai Rp27.150 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp28.500 hingga Rp29.100 per liter.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini mencerminkan tekanan global di sektor energi, khususnya akibat fluktuasi harga minyak mentah dunia yang masih berlangsung.
Meski demikian, pemerintah bersama Pertamina tetap mempertahankan harga BBM subsidi guna menjaga daya beli masyarakat.
Pengamat energi menilai langkah penyesuaian ini merupakan kebijakan yang wajar untuk menjaga keberlangsungan distribusi energi nasional tanpa membebani anggaran subsidi secara berlebihan. (*)





Tinggalkan Balasan