Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Feri Amsari: Jika Kasus Andrie Yunus Tak Terungkap, Negara Bagian dari Kejahatan

Feri Amsari menegaskan bahwa negara wajib bersungguh-sungguh mengungkap kasus yang menimpa Andrie Yunus. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – Pakar hukum tata negara Feri Amsari menegaskan negara harus serius mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Pernyataan itu disampaikan Feri menanggapi dugaan adanya perlakuan tidak patut terhadap Andrie yang selama ini aktif menangani sejumlah perkara yang berkaitan dengan aparat negara.

Dalam konferensi pers yang digelar Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia pada Jumat (14/3/2026), Feri menggambarkan Andrie sebagai pribadi yang dikenal ramah dan bersahabat.

BACA JUGA: Yusril Desak Polisi Usut Tuntas Teror Air Keras terhadap Andrie Yunus

Namun, menurut dia, Andrie juga dikenal tegas ketika melihat negara tidak memperlakukan warganya secara adil.

“Andrie Yunus adalah orang baik. Titik. Kebaikannya selalu disertai keramahannya, yang bisa berubah menjadi kemarahan ketika negara tidak memperlakukan warga dengan adil,” kata Feri.

Feri menilai kegagalan negara mengungkap pelaku di balik kasus tersebut akan menimbulkan konsekuensi serius.

BACA JUGA: Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Alami Luka Bakar 24 Persen

Ia bahkan menyebut ketidakmampuan negara menuntaskan perkara itu dapat dimaknai sebagai bentuk keterlibatan negara dalam kejahatan tersebut.

Ia pun mendesak seluruh aparat penegak hukum, mulai dari Presiden, Kapolri, hingga Kejaksaan Agung, agar menangani perkara itu secara serius dan profesional.

“Jika negara gagal mengungkap siapa pelaku kejahatan dan perbuatan keji ini, bagi kami negara adalah bagian dari kejahatan itu. Dan bagi saya, titiknya sudah selesai, bahwa negara harus bersiap untuk menghadapi perlawanan rakyat semesta,” ujar Feri.

Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam.

Menurut keterangan yang disampaikan Dimas, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.37 WIB ketika korban mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor diduga jenis Honda Beat produksi 2016 hingga 2021 mendekati korban dari arah berlawanan di Jalan Talang atau Jembatan Talang.

“Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” kata Dimas dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi media, Jumat.

Ia menjelaskan, pelaku yang mengendarai motor mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.

Adapun pelaku yang duduk di belakang memakai penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi sebagian wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.

“Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban,” ujar Dimas.

Akibat serangan itu, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Ia dilaporkan mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata akibat cairan yang disiramkan pelaku.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini