Tekape.co

Jendela Informasi Kita

DPRD DKI Dorong UMKM dan Pedagang Takjil Perkuat Ekonomi Ibu Kota

Gedung DPRD DKI Jakarta. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – DPRD DKI Jakarta menekankan pentingnya mendukung pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta sektor usaha lokal untuk memperkuat perekonomian ibu kota.

Melalui kebijakan yang terstruktur dan inklusif, Pemprov DKI diharapkan mampu memperluas akses pasar, memfasilitasi bazar takjil hingga tingkat RW, serta meningkatkan literasi digital bagi para pelaku usaha.

Langkah ini diyakini tidak hanya memperkuat perputaran ekonomi selama Ramadan, tetapi juga menciptakan peluang berkelanjutan bagi UMKM Jakarta.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, mengapresiasi kontribusi berbagai sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ia menekankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD untuk memastikan setiap program pembangunan mendukung sektor usaha, meningkatkan investasi, dan membuka lapangan kerja.

“Sinergi antara eksekutif dan legislatif akan mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Jakarta. Dengan demikian, kesejahteraan warga meningkat dan daya saing daerah semakin kuat,” kata Rany.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menilai UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi, termasuk pedagang takjil selama Ramadan.

Aktivitas ekonomi yang tumbuh di bulan suci berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat dan memperkuat perputaran ekonomi lokal.

“Oleh karena itu, diperlukan kebijakan fasilitasi yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Rio dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Rio menekankan dukungan Pemprov DKI dapat diwujudkan melalui kebijakan konkret.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (PPKUKM) DKI Jakarta bisa memperluas penyelenggaraan bazar Ramadan dan sentra takjil hingga tingkat kelurahan dan RW.

Pendekatan berbasis data kewilayahan penting agar program inklusif dan menjangkau seluruh pelaku UMKM, tidak hanya di pusat perbelanjaan atau kawasan bisnis.

“Hal ini penting agar keuntungan ekonomi Ramadan tidak hanya dinikmati pusat kota, tetapi juga pelaku usaha di lingkungan permukiman warga,” tutur Rio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini