oleh

Disinyalir Pemicu Kejahatan, Polres Luwu Utara Larang Acara Tari Dero di Tiap Pesta

MASAMBA, TEKAPE.co – Salah satu jenis tarian massal yang banyak digandrungi ABG (Anak Baru Gede) di Luwu Utara, tari dero, sepertinya tidak akan dijumpai lagi di acara hajatan di masyarakat Luwu Utara.

Pasalnya, dero disinyalir menjadi faktor utama terjadinya kejahatan, seperti perkelahian serta penganiyaaan pada beberapa bulan terakhir ini.

Dero ini juga banyak diadukan tokoh masyarakat, tokoh agama dan adat, yang meminta agar aktifitas tersebut ditiadakan.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Boyke FS Samola, saat dijumpai awak media, Kamis 08 Februari 2018, mengatakan, ini adalah tahun politik, dimana segala sesuatunya bisa memanfaatkan orang tidak bertanggungjawab sebagai pemicu keributan.

“Kami telah memerintahkan ke semua polsek di Luwu Utara agar bersurat resmi ke pemerintah kecamatan dan selanjutkan ke tiap desa tentang kebijakan ini” kata AKBP Boyke FS Samola.

Disinggung tentang jenis izin keramaian untuk acara hajatan di Luwu Utara, dengan tegas perwira dua bunga tersebut mengatakan bahwa hiburan musik tetap ada.

“Izin untuk elekton tetap ada, tapi tidak untuk aktifitas tari dero,” tegasnya. (*)

Komentar

Berita Terkait