oleh

Disebut Hanya Datang Dokumentasi dan tak Ikut Evakuasi, Anggota BPBD Lutra Sempat Diusir

MALANGKE, TEKAPE.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara (Lutra) mendapat sorotan dari warga.

Pasalnya, BPBD dinilai lamban dalam bergerak mencari korban perahu tenggelam di Sungai Desa Pengkajoang Kecamatan Malangke Barat (Malbar), Sabtu, 15 Mei 2021, malam.

Warga dilaporkan hilang via telepon ke BPBD sekira pukul 18:30 wita. Namun pihak BPBD Luwu Utara baru tiba di rumah duka sekira pukul 01:30 dini hari, dan hanya melakukan dokumentasi, tetapi tidak ke tempat kejadian perkara.

Informasi itu disampaikan rekan korban perahu tenggelam, yang juga Ketua Komisariat Ilagaligo Masamba, Reski, dalam keterangannya, Minggu 16 Mei 2021.

Buntutnya, saat tim Basarnas Palopo dan BPBD meminta izin melakukan domumentasi di area teras rumah duka, beberapa rekan korban sempat melakukan pengusiran. Sebab tim BPBD Luwu Utara dinilai hanya datang melakukan dokumentasi di rumah korban, tanpa turun langsung melakukan evakuasi.

BACA JUGA:
Dua Warga Lutra Korban Perahu Tenggelam, Satu Ditemukan Tak Bernyawa

Reski menyebutkan, dalam proses evakuasi, BPBD Lutra lamban bergerak. Sehingga pihaknya sangat menyayangkan aksi tanggap yang dinilainya lambat.

Menurut Reski, saat rekannya diketahui hilang sekitar pukul 18:30 wita, pihaknya bergegas melakukan komunikasi ke pihak BPBD, tetapi tidak kunjung datang melakukan pencarian.

Pihak BPBD baru tiba setelah korban ditemukan masyarakat setempat, dengan bantuan jaring (pukat) nelayan.

“Kami telah melakukan koordinasi ke pihak BPBD, tetapi tidak kunjung datang, hingga rekan kami ditemukan oleh warga setempat,” kata Reski.

Ironisnya, lanjut Reski, pihak BPBD Luwu Utara baru tiba di rumah duka sekitar pukul 01:30 dini hari, dan hanya melakukan dokumentasi, tetapi tidak ke tempat kejadian perkara.

“Tim BPBD Lutra hanya tiba di rumah duka. Tidak ke lokasi kejadian. Ironisnya, tim BPBD Lutra hanya 2 orang yang datang ke rumah duka, selebihnya tim dari Basarnas Kota Palopo,” jelas Resky.

Sementara, Tim Basarnas Palopo, Alif, mengakui timnya berangkat dari Palopo saat medapatkan informasi dari warga.

“Kami dari tim Basarnas Palopo,” ucap Alif di rumah duka, di Desa Tingkara Kecamatan Malangke.

Seperti diketahui, dua pemuda Luwu Utara, Abdul Muhaimin dan Resky Adi Nugraha, menjadi korban perahu tenggelam saat memancing di Sungai Desa Pengkajoang Kecamatan Malangke Barat (Malbar), Sabtu, 15 Mei 2021, malam.

Dari dua orang itu, satu diantaranya meninggal. Korban bernama Abdul Muhaimin, warga Desa Tingkara Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), ditemukan meninggal.

Abdul Muhaimin merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ilagaligo Masamba, Cabang Palopo. Ia meninggal saat hendak memancing ikan di aliran sungai Pengkajoang bersama rekannya, Rezky Adi Nugraha.

Sementara Resky Adi Nugraha ditemukan selamat oleh warga sekitar, saat melakukan penyisiran di area aliran sungai. (rin)

Komentar

Berita Terkait