Desakan Utang Jadi Motif Perampok BRILink di Luwu
LUWU, TEKAPE.co – Tim gabungan Satuan Reskrim Polres Luwu menangkap Andarias Tandung alias Rias, terduga pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Ririn Andriani Pasalli (31), karyawan agen layanan keuangan di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Rias ditangkap setelah sembilan hari melarikan diri. Ia ditemukan bersembunyi di Kecamatan Tombatu, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Kamis (26/2/2026).
Setelah diamankan, penyidik melakukan pemeriksaan awal. Dalam interogasi tersebut, Rias mengakui perbuatannya dan menyebut faktor ekonomi sebagai motif utama.
BACA JUGA: Terduga Perampok BRILink di Luwu Ternyata Residivis, Pernah Cor Mayat di Makassar
“Banyak utang. Utang DP lemari orang, mau dibikinkan sudah tidak ada modal,” ujar Rias kepada penyidik, seperti dikutip Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, utang tersebut berkaitan dengan uang muka pembuatan lemari dari pelanggan yang belum dapat ia selesaikan karena kekurangan modal.
Rias mengaku sempat berencana meninggalkan rumahnya di Lingkungan Pabuntang, Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang, karena terdesak persoalan tersebut.
Namun, rencana itu berubah ketika ia melihat korban tengah berjaga sendirian di kios BRI Link.
“Pas saya lewat di situ BRI Link, terpikiran di situ, karena saya lihat dia sendiri jaga. Saya putar balik motor, kemudian masuk dari belakang,” katanya.
Menurut pengakuannya, korban sempat berteriak saat ia mencoba masuk melalui pintu belakang. Panik, Rias kemudian mengambil batu dan memukul korban.
“Rencana mau ambil berkas saja baru lari, tapi baru satu langkah saya masuk, dia langsung lihat saya. Dia berteriak, makanya saya cepat ambil batu, saya pegang baru saya pukul,” ujarnya.
Ia mengaku memukul kepala korban sebanyak tiga kali. Setelah itu, ia mengambil brankas berisi uang lebih dari Rp 13 juta.
“Di situ saya ambil brankas Rp 13 juta lebih. Uangnya rencana bayar utang dan beli bahan,” katanya.
Rias juga mengaku kabur setelah mengetahui fotonya tersebar di media sosial sehari setelah kejadian.





Tinggalkan Balasan