Bos APLSI Ungkap RI Masih Impor 1 Juta Barel Minyak per Hari
Eka yang merupakan lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung itu mengawali kariernya sebagai structural engineer di perusahaan migas asal Amerika Serikat, ARCO, di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Menurut dia, tantangan seorang engineer bukan sekadar menguasai kemampuan teknis, melainkan juga mampu bekerja sama dalam tim, mengambil keputusan, dan menjaga integritas.
“Engineer bukan hanya membangun mesin atau pembangkit, tetapi juga membangun kepercayaan dan masa depan, karena masa depan energi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam yang kita miliki, tetapi juga oleh kualitas dan inovasi manusia yang mengelolanya,” tandasnya. (*)
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini






Tinggalkan Balasan