oleh

BI Agendakan Layanan Tukar Gratis Uang Lusuh dan Rusak di Palopo

PALOPO, TEKAPE.co — Wali Kota Palopo, Drs HM Judas Amir MH, menerima kunjungan Deputi Direktur Bank Indonesia (BI), Iwan Setiawan beserta rombongan, di Ruang kerja Walikota di Lt 3 Kantor Walikota Palopo, Rabu 11 Sepetmber 2019.

Deputi Direktur Bank Indonesia, Iwan Setiawan, dalam pertemua itu, menyampaikan kepada Walikota, bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan peresmian sosialisasi keaslian uang rupiah kepada masyarakat dan layanan penukaran uang pecahan kecil bersama perbankan di Kota Palopo.

Hal ini dalam rangka menjaga dan meningkatkan kelayakan uang rupiah yang beredar di wilayah Kota Palopo, khususnya uang rupiah dengan nominal Rp20.000 ke bawah.

Disampaikan juga, bahwa kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan akan melaksanakan kegiatan sosialisasi keaslian uang rupiah kepada masyarakat, dan layanan penukaran uang pecahan kecil bersama perbankan Kota Palopo.

Layanan penukaran uang lusuh dan rusak ini rencananya akan dilaksanakan Minggu 6 Oktober 2019 mendatang, mulai pukul 07.00 wita sampai pukul 11.00 WITA, di Lapangan Pancasila Kota Palopo.

“Upaya ini dilakukan untuk mengukur tingkat kelayakan uang rupiah yang beredar di Kota Palopo dan telah dipilih secara acak di Kecamatan Wara. Di sana banyak membutuhkan uang rupiah pecahan kecil,” jelasnya.

Iwan Setiawan menjelaskan, di Wara, banyak uang yang tidak layak edar, seperti lusuh, rusak, atau cacat. Ini harus diganti dengan uang pecahan kecil baru tanpa biaya alias gratis.

“Kepada masyarakat untuk dapat hadir melakukan penukaran uang Rupiah pecahan kecil dan akan diberikan uang pecahan kecil dalam kondisi baru,” ajaknya.

Masyarakat juga diharapkan untuk hadir menukarkan uang yang rusak , mengatasi peredaran uang yang rusak atau lusuh. Uang tersebut akan diganti menjadi uang yang baru.

Walikota Palopo, Judas Amir, mengapresiasi kunjungan Deputi Direktur Bank Indonesia beserta Perwakilan BI Sulsel ini.

Ia berharap apa yang disosialisasikan dapat bermanfaat bagi masyarakat dengan kegiatan ini.

“Ini tentunya sosialisasi yang sangat baik, dimana masyarakat akan dengan mudah menukarkan uangnya yang lusuh, cacat dan rusak kepada BI. Juga masyarakat dapat mengetahui pula tentang cirri-ciri dari uang palsu,” ujar Walikota. (hms)

Komentar

Berita Terkait