Bersama MDA, Pemkab Luwu Kukuhkan Forum Desa Matappa dan Luncurkan Program Jaga Desa di Luwu
LUWU, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Wakil Bupati Luwu, bersama Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, dan PT Masmindo Dwi Area, meluncurkan Program Jaga Desa sekaligus mengukuhkan Forum Desa (Fordes) Matappa PT Masmindo Dwi Area (MDA)
Fordes dan Program Jaga Desa ini sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam mendukung investasi yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan UMKM Expo Hari Jadi Kabupaten Luwu 2026, Lapangan Andi Djemma Belopa, Kecamatan Belopa, Sabtu (11/7/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandipu, Maddika Bua Syaifuddin Kaddiraja, Direktur PT Masmindo Dwi Area Erlangga Gaffar, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, serta masyarakat.
Ketua Pokja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, mengatakan Forum Desa Matappa dibentuk sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan PT Masmindo Dwi Area agar investasi dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah.
“Forum Desa/Kelurahan Matappa PT Masmindo Dwi Area ini terbentuk atas kolaborasi tiga unsur. Pertama unsur pemerintah yang memberikan kepastian terhadap investasi, kedua unsur perusahaan yang menjalankan amanah sesuai aturan yang berlaku, dan ketiga unsur masyarakat agar bisa dilibatkan serta merasakan manfaat investasi di Kabupaten Luwu,” ujarnya.
Menurut Sofyan, bersamaan dengan pengukuhan forum tersebut juga diluncurkan Program Jaga Desa yang memiliki tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah Jaga Stabilitas Desa, yakni menjadikan Forum Desa sebagai wadah penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah dan perusahaan.
Pilar kedua, Jaga Masa Depan Desa, difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis sertifikasi agar masyarakat lokal memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri dan mampu mengisi peluang kerja yang tersedia.
Sementara pilar ketiga, Jaga Keselamatan Desa, bertujuan menjaga kelestarian lingkungan serta memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sofyan berharap seluruh pengurus Forum Desa dapat menjalankan amanah sebagai penghubung komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.
“Kami berharap betul-betul amanah itu dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Kedepankan musyawarah sehingga kebijakan lahir dari hasil musyawarah masyarakat melalui Forum Desa. Kami berharap Forum Desa menjadi garda terdepan menjaga stabilitas desa,” katanya.
Ia juga menegaskan investasi yang masuk ke Kabupaten Luwu harus memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Masmindo: Forum Desa Bukti Komitmen Mendengar Aspirasi Masyarakat
Direktur PT Masmindo Dwi Area, Erlangga Gaffar, yang mewakili Direktur Utama Trisakti Simorangkir, mengatakan pengukuhan Forum Desa Matappa menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat.
“Bagi PT Masmindo, hari ini merupakan sebuah tonggak awal yang sangat baik. Bagi kami, menambang tidak bisa dengan sembarangan. Harus memastikan lingkungan, sosial, dan tata kelola. Dan forum desa ini menjadi bukti bahwa komitmen kami mendengar dari masyarakat,” ungkap Erlangga.
Ia menambahkan forum tersebut tidak hanya berhenti pada seremoni pengukuhan, tetapi akan menjadi ruang kolaborasi yang terus diperkuat dalam mendukung pembangunan di wilayah lingkar tambang.
DPRD Luwu Dorong Investasi Berpihak kepada Masyarakat
Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali berharap Forum Desa menjadi ruang dialog untuk mencari solusi bersama dalam mendukung investasi sekaligus menjaga kepentingan masyarakat.
Ia juga mendorong perusahaan investasi lain di Kabupaten Luwu membentuk forum serupa.
“Kami berkomitmen mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat sekaligus memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha,” katanya.
Ahmad Gazali menegaskan perusahaan pertambangan tidak cukup hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga harus menjadi mitra pembangunan desa melalui program pemberdayaan masyarakat yang disusun berdasarkan kebutuhan riil warga.
Program tersebut, kata dia, meliputi peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pengembangan UMKM, pelatihan tenaga kerja lokal, pembangunan infrastruktur hingga pelestarian lingkungan.
Ia juga mengajak masyarakat terus membangun komunikasi yang konstruktif melalui Forum Desa agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah, bukan konflik.
Selain itu, Ahmad Gazali mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung investasi di Kabupaten Luwu, sembari meminta perusahaan tetap menghormati hak-hak masyarakat.
“Saya berharap mari kita bersama-sama, mari kita bersinergi, tujuannya satu, bagaimana kita mewujudkan Masmindo ini first gold-nya di akhir tahun ini. Semoga itu terwujud, insyaallah mari kita dukung bersama,” ujarnya.






Tinggalkan Balasan